Lanjut ke konten

Keterlambatan Pengesahan APBD: Siapa yang Salah?

Januari 10, 2018

Isu paling panas yang hampir selalu terjadi di setiap awal tahun, tepatnya pada bulan Januari, adalah keterlambatan pengesahan anggaran pemerintah daerah (baca: APPBD). Bagi masyarakat awam, sulit dipahami mengapa bisa terlambat, mengingat akibatnya yang besar bagi pelaksanaan proyek pembangunan dan
pembayaran lain yang memiliki dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

PENGERTIAN ANGGARAN DAERAH
Anggaran adalah media untuk merencanakan penggunaan dana milik rakyat oleh Pemerintah dan menampung penerimaan yang sah menurut peraturan peundang-undangan. Bagi pemerintah, APBN atau APBD adalah alat untuk melegitimasi pembayaran-pembayaran yang akan dilakukan, sehingga terhindar dari “dosa” yang disebut korupsi atau penyalahgunaan uang negara.
Anggaran sudah ditentukan periodenya, yang disebut dengan satu tahun anggaran, yang interval waktunya dimulai dari 1 Januari sampai 31 Desember di tahun yang sama. Anggaran dapat direvisi pada saat dilaksanakan jika diperlukan dengan proses yang hampir sama dengan yang dilaksanakan dalam penyusunan anggaran awal (murni).
Pada tanggal 31 Desember anggaran berakhir. Artinya dana yang sudah diplot dalam APBD tidak boleh digunakan lagi. Untuk pekerjaan mulai 2 Januari harus menggunakan anggaran di tahun berikutnya, kecuali adanya kebijakan lain berupa pelaksanaan kegiatan lanjutan (DPAL). Secara teknis, semua diatur dalam peraturan daerah (di Aceh: qanun) dan peraturan kepala daerah (sebagai pedoman teknis pelaksanaan).
—–
KETERLAMBATAN PENETAPAN APBD
Keterlambatan pengesahan atau penetapan APBD adalah kondisi di mana pada tanggal 31 Desember Perda tentang APBD untuk tahun berikutnya belum diketuk palu oleh DPRD dan kepala daerah. Artinya, belum ada kesepakatan yang ditetapkan bersama-sama tentang APBD yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya. Keterlambatan ini biasanya terjadi karena ada ketidaksepakatan antara DPRD dan kepala daerah tentang substansi APBD tersebut.
Ada beberapa penyebab keterlamabatan penetapan APBD, yakni:
1. Keterlambatan dalam penyampaian dokumen anggaran oleh kepala daerah (selaku eksekutif diwakili oleh TAPD) kepada DPRD (selaku legislatif diwakili oleh Banggar);
2. Terjadinya ketidaksepakatan antara eksekutif dan legislatif atas program dan kegiatan yang diusulkan dalam rancangan anggaran (PPAS dan RAPBD);
3. Adanya usulan baru yang tidak diakomodir sehingga menimbulkan ketidakpuasan di salah satu pihak, terutama legislatif;
4. Adanya persoalan nonteknis, seperti kepala daerah sedang keluar daerah, sementara DPRD tidak mau membahas rancangan APBD tanpa kehadiran kepala daerah;
5. Dan lain-lain.
——

SIAPA YANG SALAH?

APBD adalah dokumen yang keputusan penetapannya ada di (hanya) dua pihak, yakni eksekutif (kepala daerah) dan legislatif (DPRD). Jika terlambat ditetapkan, maka kedua belah pihak inilah yang salah. Namun, perlu dianalisis lebih jauh mengapa terjadi hal seperti ini, mengingat implikasi dan konsekuensinya sangat besar. Selain mencerminkan kepala daerah dan DPRD yang tidak amanah pada titipan kepercayaan rakyat kepada integritas mereka, juga memperlihatkan keegoisan para petinggi daerah dalam melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin dan wakil rakyat.

Konsekuensi ekonomi mungkin jauh lebih besar dan ini ditanggung oleh masyarakat banyak. Keterlambatan dalam melaksanakan kegiatan pembangunan (proyek) menimbulkan costs yang besar bagi kontraktor, tenaga kerja yang menganggur, pedagang bahan bangunan yang barangnya tidak laku, dan ketersediaan infrastruktur yang tertunda.

Bagi pejabat daerah, keterlambatan akan mempengaruhi kinerja anggarannya. Selaku pengguna anggaran, kepala SKPD memilik tanggung jawab untuk merealisasikan anggarannya sampai mencapai 100%. Pencapaian 100% bermakna kepala SKPD telah mampu melaksanakan semua kegiatan yang menjadi kewenangannya, yang diusulkan sendiri pada saat penyusunan APBD.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: