Skip to content

Informasi Pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD/SDLB dan SMP/SMPLB/SMPT di Jawa Tengah Tahun 2011

September 14, 2011

A. Dasar Pelaksanaan Program BOS

  1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 37/2010 tanggal 22 Desember 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS Tahun Anggaran 2011.
  2. Peraturan Menteri Keuangan nomor 247/PMK.07/2010 tanggal 27 Desember 2010 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Sementara BOS bagi Pemda Kabupaten dan Kota Tahun Anggaran 2011.
  3. Surat Edaran Bersama Mendagri dan Mendiknas nomor 900/5106/SJ/2010 dan nomor 02/XII/ SEB/2010 tanggal 28 Desember 2010 tentang Pedoman Pengelolaan BOS dalam APBD Tahun Anggaran 2011.

B. Tujuan Program BOS

Secara umum Program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu.

Secara khusus bertujuan, untuk:

  1. Membebaskan seluruh siswa SD negeri dan SMP negeri terhadap biaya operasional sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI).
  2. Membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta.
  3. Meringankan beban biaya operasional sekolah bagi siswa di sekolah swasta.

C. Sasaran Program BOS

Sasaran Program BOS adalah semua sekolah SD/SDLB dan SMP/SMPLB/SMPT di Jawa Tengah.

Untuk MI dan MTs Program BOS melalui Kementerian Agama.

D. Besar Biaya Satuan Program BOS

Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah termasuk BOS Buku dihitung berdasarkan jumlah siswa, dengan ketentuan:

  1. SD/SDLB di Kota Rp. 400.000,-/siswa/tahun
  2. SD/SDLB di Kabupaten Rp. 397.000,-/siswa/tahun
  3. SMP/SMPLB di Kota Rp. 575.000,-/siswa/tahun
  4. SMP/SMPLB di Kabupaten Rp. 570.000,-/siswa/tahun

 

E. Waktu Penyaluran Dana BOS

Penyaluran dana BOS dilakukan setiap periode 3 (tiga) bulanan yaitu:

  1. Periode Januari – Maret 2011
  2. Perioden April – Juni 2011
  3. Periode Juli – September 2011
  4. Periode Oktober – Desember 2011

Mulai Tahun 2011 Penyaluran dana BOS ke Sekolah dilakukan oleh Kabupaten/Kota.

F. Penggunaan Dana BOS

Penggunaan Dana BOS, antara lain:

  1. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran. Jenis buku yang dibeli/digandakan untuk SD adalah satu buku untuk Penjaskes, dan untuk SMP sebanyak 2 buku yaitu (1) Penjaskes dan (2) Seni Budaya dan ketrampilan.
  2. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru yaitu biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftaran, dan pendaftaran ulang, pembuatan spanduk sekolah, serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut.
  3. Pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial, pembelajaran pengayaan, pemantapan persiapan ujian, olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran, biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba, fotocopy, membeli alat olah raga, alat kesenian dan biaya pendaftaran mengikuti lomba).
  4. Pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa (misalnya untuk fotocopi/ penggandaan soal, honor koreksi ujian dan honor guru dalam rangka penyusunan rapor siswa).
  5. Pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan koran/majalah pendidikan, minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah, serta pengadaan suku cadang alat kantor.
  6. Pembiayaan langganan daya dan jasa, yaitu listrik, air, telepon, internet, termasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Khusus di sekolah yang tidak ada jaringan listrik, dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar di sekolah, maka diperkenankan untuk membeli genset.
  7. Pembiayaan perawatan sekolah, yaitu pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebeler, perbaikan sanitasi sekolah, perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.
  8. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. Untuk sekolah SD diperbolehkan untuk membayar honor tenaga yang membantu administrasi BOS.
  9. Pengembangan profesi guru seperti pelatihan, KKG/MGMP dan KKKS/MKKS. Khusus untuk sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama tidak diperkenankan menggunakan dana BOS untuk peruntukan yang sama.
  10. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transport dari dan ke sekolah. Jika dinilai lebih ekonomis, dapat juga untuk membeli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda, perahu penyeberangan, dll).
  11. Pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat tulis kantor (ATK), penggandaan, surat-menyurat, insentif bagi bendahara dalam rangka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank.
  12. Pembelian komputer (desktop/work station) dan printer untuk kegiatan belajar siswa, masing-masing maksimum 1 unit dalam satu tahun anggaran;
  13. Bila seluruh komponen 1 s.d 12 di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana, maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran, mesin ketik dan mebeler sekolah dan peralatan untuk UKS.
Sumber: www.pdkjateng.go.id.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: