Skip to content

Dana Bagi Hasil Kurang Tepat Sasaran

Mei 26, 2010

Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau rancu penggunaannya. Peruntukan dana lebih banyak terkait bidang cukai dan pembinaan petani serta industri tembakau. Dana itu seharusnya digunakan untuk penanggulangan dampak negatif konsumsi rokok. Demikian terungkap dalam ”Seminar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) bagi Pembangunan Daerah” yang diadakan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), Selasa (25/5).

Direktur Dana Perimbangan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Pramudjo mengatakan, penggunaan DBH CHT untuk peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri hasil tembakau, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Dana itu dibagikan kepada 19 provinsi penghasil cukai dan/atau penghasil tembakau tahun 2010. ”Salah satu kendala ialah penyerapan dana rendah. Penggunaan dana tersebut sudah ada ketentuannya. Namun, daerah belum membuat pedoman rinci pengunaannya,” ujarnya.

Fauziah dari Departemen Ilmu Ekonomi FEUI mengatakan, jika semangatnya mempercepat transisi dari industri rokok ke nonrokok, seharusnya peruntukan DBH CHT lebih banyak untuk transisi industri dari industri rokok ke industri lain. Penggunaan juga difokuskan untuk kesehatan dan pembagiannya disesuaikan antara daerah pungutan dan intensitas konsumsi rokok. Cukai pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi konsumsi rokok.

Dia melihat terjadi dilema terkait industri rokok. Dari sisi cukai, rokok dianggap menguntungkan. Namun, harus dipertimbangkan dampak negatifnya seperti tingginya biaya kesehatan dan produktivitas yang hilang karena gangguan kesehatan akibat rokok. ”Sulit langsung menutup industri rokok karena banyak pihak terlibat. Tetapi, transisi perlu segera dilakukan,” ujarnya.

Ketua Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Alex Papilaya mengatakan, jumlah perokok mencapai 64 juta orang di Indonesia. Total penduduk terpapar asap rokok sekitar 172 juta orang. Padahal, rokok jelas berbahaya bagi kesehatan. Berbagai penyakit dapat timbul akibat merokok atau sebagai perokok pasif, seperti penyakit kardiovaskular, obstruksi pernapasan, pneumonia, dan kanker.

”Dampaknya sangat luas terhadap kesehatan masyarakat sehingga sebagian hasil cukai rokok perlu digunakan untuk upaya promosi dan pencegahan dampak rokok terhadap kesehatan,” ujarnya.

Sumber: Kompas (Rabu, 26 Mei 2010)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: