Skip to content

Audit Kekayaan

April 9, 2010

KASUS mafia perpajakan senilai Rp28 miliar yang melibatkan Gayus Tambunan telah menguak tabir betapa busuk pemangku jabatan negara. Di situ menumpuk semua yang jahat, yang batil, yang manipulatif. Di situ tidak hanya terjadi penggasakan uang negara dan jual beli hukum, tetapi juga pengerdilan masalah yang disertai dengan pembohongan publik.

Pada mulanya kasus Gayus hanya dipandang perkara kecil oleh penegak hukum, yaitu dari Rp28 miliar, hanya Rp395 juta yang mengandung unsur pidana. Karena hanya Rp395 juta yang bermasalah, selebihnya rekening tempat bersemayamnya uang Rp28 miliar yang semula diblokir kembali dibuka kepolisian.

Di tangan kejaksaan, terjadi korupsi pasal tuntutan, dari semula tiga pasal (korupsi, pencucian uang, dan penggelapan) menjadi hanya satu, yakni penggelapan. Di tangan hakim, tuntutan itu pun gugur karena Gayus divonis bebas di Pengadilan Negeri Tangerang.

Setelah terlalu banyak pembelaan diri dilakukan kepolisian, disusul kaburnya Gayus karena terlambat dicekal, dan kembalinya Gayus dengan gagahnya atas bujukan polisi, semakin hari semakin amat terang-benderang betapa praktik patgulipat dan cincai dalam hal mafia hukum telah berlangsung secara sistemik, dengan bungkus yang sangat rapi.

Sang peniup peluit kasus tersebut, mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji, bahkan menyebut para tersangka yang kini ditahan bukanlah sutradara. Mereka sekadar pelakon yang memainkan arahan sutradara untuk menghubungi para penegak hukum, yang celakanya menyambut dengan tangan terbuka.

Kasus Gayus sebenarnya bukan kasus yang kompleks. Kasus ini bukan kasus sophisticated, apalagi supercanggih, seperti misalnya melibatkan sindikat pelaku pencucian uang dengan jaringan internasional yang berkaitan dengan perdagangan anak dan narkoba.

Bukan. Kasus Gayus sepenuhnya kasus lokal, melibatkan pejabat negara Republik Indonesia di dalam negeri, yang semua orangnya masih hidup dengan sehatnya.

Karena menyangkut pajak, sangatlah gampang untuk ditelusuri siapakah wajib pajak yang terlibat dan siapakah saja pejabat pajak yang memakan uang negara itu. Jelas, orang tidak percaya Gayus itu sendirian.

Seterusnya ikutilah aliran uang, ke manakah dan siapakah yang menangguknya dari hulu hingga ke hilir.

Namun, yang gampang itu dibikin sulit karena menyangkut kehormatan korps (sekalipun maling uang negara), buruknya tanggung jawab (semua kelas teri), serta kebiasaan mencari kambing hitam (‘bukan saya’) sehingga tidak ada kasus yang habis dituntaskan dari hulu ke hilir. Korupsi itu dilakukan bersama-sama, tetapi yang dihukum hanya satu-dua orang yang dikorbankan.

Maka, demi memastikan bahwa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sungguh-sungguh hendak memberantas mafia hukum, kasus Gayus haruslah diusut dan diadili dari pangkal hingga ke ujungnya sampai tuntas.

Salah satu cara yang paling efektif ialah dengan melakukan pembuktian terbalik terhadap semua harta yang dimiliki semua pemangku jabatan publik yang terlibat dengan kasus Gayus. Jangan jadikan pembuktian terbalik ini semata omong kosong, janji-janji doang. Sekaranglah saatnya!

Serentak dengan itu, harta kekayaan semua pejabat di empat institusi (pajak, polisi, jaksa, hakim) harus diaudit total. Tidak ada makan siang yang gratis. Karena itu, asal usul harta harus diusut dan semua yang disebut hibah harus diperiksa dengan amat seksama.

Adakah keberanian politik untuk melakukannya, itulah yang ditunggu publik dengan cadangan moral untuk siap kecewa.

Sumber: Media Indonesia (Senin, 05 April 2010)

2 Komentar leave one →
  1. yosef kalula permalink
    April 20, 2010 2:27 pm

    aslkm. wr wb
    bang,,, saya mw menyusun skripsi. saya mw ambil masalah mengenai pajak kira2 fenomena masalah ya apa ya bang??? Tolong dijaawab bang… syukronnn ^^

  2. April 27, 2010 6:47 pm

    Mungkin perkara-perkara semacam ini tak akan terjadi lagi jika kita mempunyai sanksi yang tegas terhadap para koruptor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: