Skip to content

Yahudi dan Isu Pembunuhan Anak-Anak

Februari 2, 2010

Tidak cukup dengan penindasan, Yahudi juga dikabarkan melakukan bisnis  penyeludupan organ anak-anak. Benarkah ini menyangkut ritual Kabbalah?

Pada 3 Desember 2009 lalu, beberapa laman web dari Ukraina menampilkan fakta kasus  penyeludupan 25.000 anak-anak warga Ukraina ke negara Israel. Aktivitas tidak berperikemanusiaan ini dipercayai dilakukan bagi tujuan mengambil organ-organ anak-anak tersebut.

Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh beberapa orang ahli akademik Ukraina dalam satu persidangan  yang berlangsung di Kiev, Ukraina. Isu ini juga timbul selepas berita dari tabloid Sweedia memunculkan isu pembunuhan warga sipil Palestina oleh tentera-tentera Israel guna mengambil organ tubuh mereka.

Anak-anak Palestina

Sebelum munculnya isu 25.000 Anak-anak Ukraina ini, pada 20 November 2009, sebuah kantor berita internasional telah memunculkan berita hilangnya anak-anak Palestina.

Kasus kehilangan anak-anak Palestina dipercayai meningkat semenjak pelancaran kampanye Intifada pada tahun 2000. Dilaporkan lebih dari 6200 anak-anak Palestina yang berumur 18 tahun ke bawah telah diculik oleh tentera-tentera Israel.

Laporan yang dibuat oleh International Middle East Media Centre (IMEMC) tentang penculikan terhadap lebih 6200 orang anak-anak itu dikeluarkan oleh Palestinaian Ministry of Prisoner Affair.

Penculikan yang melanggar Hak Asasi Anak-anak secara total ini juga amat mengherankan karena sejumlah besar anak-anak yang diculik hanyalah melancarkan Intifada, hanya terlibat melemparkan batu-batu krikil ketika menghadapi tentera-tentera Israel.

Kemungkinan besar juga, penculikan ini adalah bagi tujuan mengambil organ untuk sebab-sebab yang tidak diketahui. Meski demikian, Israel selalu berdalih tentang tujuan penculikan tersebut.

Rabbi dan Penyeludupan Organ

Kaitan Yahudi dan kasus-kasus melibatkan penyeludupan organ manusia bukanlah perkara baru. Telah banyak kasus-kasus sebelumnya  dikalangan masyarakat Yahudi, bahkan melibatkan para rabbi mereka.

Pada 4 September 2009, koran Jerman, Der Scheisseraker, melaporkan sebuah Synagogue (kuil Yahudi) yang berpusat di New Jersey, Amerika yang ditengarai terlibat dengan beberapa orang jenderal Israel dalam urusan menyeludup dan penjualan organ anak-anak Palestina. Salah seorang jenderal Israel yang terlibat secara langsung adalah Major Jenderal Sheldon Shitestein.

Beberapa sampel organ dijumpai oleh FBI di dalam tempat Rabbi Weaselberg di New Jersey ketika operasi penggeledahan lakukan.

Selanjutnya, pada 26 Julai 2009, Rabbi Levy Rosenbaum bersama 40 orang lain yang (di dalamnya ditemukan para politisi Amerika) ikut ditahan karena dianggap terlibat dalam penyeludupan dan menjual organ anak-anak Palestina yang diculik tentera-tentera Israel.

Amalan Kabbalah

Kasus-kasus pembunuhan orang sipil oleh Yahudi bukanlah satu perkara baru. Seorang cendekiawan terkenal Barat, Dr. Arnold Leese sukses mengungkap permasalahan ini dengan membuka  berbagai kasus yang melibatkan Yahudi dan para Rabbi di dalam bukunya yang bertajuk “Jewish Ritual Murder”.

Begitu juga kitab berjudul “Khatar al-Yahudiyah ‘ala al-Islam wa al-Masihiyah” karangan Syeikh Abdullah al-Tal yang menjadikan kasus-kasus kajian Dr. Leese sebagai rujukan utamanya. Kasus paling mutakhir adalah peristiwa pembunuhan Thomas di Damaskus, Suriah.

Dalam peristiwa tersebut, Dr. Leese menceritakan Francois Antoinne Thomas yang berasal dari Itali telah berhijrah ke Suriah guna melakukan  kerja amal kepada masyarakat setempat. Pada 5 Februari 1840, ia telah diminta oleh penduduk sebuah perkampungan Yahudi untuk mendermakan obat-obatan kepada Anak-anak di sekitat situ.

Saat pulang, Thomas berkenalan dengan seorang Yahudi yang bernama Daud Hariri dan memenuhi permintaan Daud untuk singgah di rumahnya. Tanpa mengetahui, undangan itu ternyata hanyalah sebuah satu perangkap. Di rumah Daud telah siap  beberapa orang Yahudi menunggu kedatangan Thomas.

Mereka adalah bapak-saudara Daud, 2 orang adik dan 2 orang Rabbi. Tanpa belas kasihan, kaki dan tangan Thomas diangkat,  mulutnya disumbat dengan sehelai sapu tangan.

Setelah hampir senja, seorang tukang gunting rambut bernama Sulaiman (seorang Yahudi) dipanggil untuk membantai Thomas. Tukang gunting itu agak takut-takut tetapi Daud sendiri mengeluarkan pisau lantas ikut terlibat sambil dibantu oleh Harun, Hariri, adik Daud.

Darah Thomas ditempatkan dalam sebuah tempat kemudian diberi kepada Rabbi Yaakub al-Antabi untuk diteruskan dalam sebuah upacara. Rabbi Yaakub menyapu darah segar itu disapu pada roti suci dan dipuja untuk hidangan Pesta Purim yang bakal berlangsung pada 14 Februari 1840.

Mayat Paderi Thomas dipotong kecil-kecil, dimasukkan  dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Selepas itu mereka menunggu pula kedatangan pembantu Thomas,  Ibrahim Ammar yang dijangka datang mencari Thomas. Namun, Ibrahim menerima nasib serupa. Ia menjadi korban upacara Pesta Purim yang ditunggu-tunggu golongan Yahudi itu. Pesta Purim, adalah sebuah pesta kaum Yahudi yang dirayakan pada tanggal 14 dan 15 Adar.  Pesta diselenggarakan untuk mengadakan peringatan atas pembebasan bangsa Yahudi oleh Mordekhai dan Ester di bawah raja Persia Ahasyweros.

Namun herannya,  setelah semuanya ditangkap atas keterlibatan pembantaian dan ritual itu,  semua mengaku bersalah. Meski demikian, tak  ada satupun yang  melarikan diri.  [ibnuy/ed/www.hidayatullah.com]

One Comment leave one →
  1. Februari 2, 2010 4:14 pm

    Blog yang bagus…lebih banyak menulis ya🙂
    http://mobil88.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: