Skip to content

Kerjanya Apa?

Januari 25, 2010

Ironis! Ketika dunia menunggu apakah Apple Inc—yang memperkenalkan produk iPod dan iPhone mengubah persepsi dunia tentang teknologi komunikasi informasi—besok akan mengumumkan kehadiran komputer tablet terbaru, kita di Indonesia kelihatan tidak becus mengurus kemajuan teknologi dengan bobolnya mesin-mesin anjungan tunai mandiri di mana-mana.

Apple selama beberapa bulan menutup rapat kehadiran produk terbarunya, menimbulkan berbagai macam spekulasi di media massa tradisional maupun komunikasi jejaring sosial, apa yang akan dihadirkan Apple untuk tahun 2010 ini. Apakah iPod atau iPhone terbaru atau produk komputer tablet yang futuristik? Tidak ada yang tahu.

Secara kontras, ribuan sandi (password) mesin ATM di Indonesia dibobol orang-orang canggih, menyebabkan kerugian bank dan nasabah dalam jumlah miliaran rupiah. Kita terkecoh, ternyata sistem teknologi komunikasi informasi yang kita andalkan paling canggih dimiliki sistem perbankan nasional ternyata rapuh seperti susunan rumah kartu remi.

Seperti biasa, pihak bank akan menutup diri menjelaskan yang terjadi, menjaga reputasi yang menjadi bisnis utama mereka. Namun, sejak lama memang kita perhatikan bahwa perhatian bank untuk melindungi sistem ATM yang tersebar ribuan jumlahnya di seluruh Indonesia tidak memadai.

Sistem kamera pengintai, misalnya, banyak yang tidak berfungsi atau hanya dummy (palsu) seolah-olah mesin ATM yang tersebar di mana-mana diawasi dari jarak jauh dan mampu memicu sistem alarm. Kenyataannya, tidak ada sistem ATM yang mampu memberikan perlindungan yang utuh memberikan rasa aman dan nyaman kepada para nasabah.

Parahnya, pemerintah yang bertanggung jawab memberikan rasa aman dan nyaman kepada rakyatnya seperti tidak peduli dengan apa yang terjadi. Pihak kepolisian pun bereaksi melakukan penyidikan dan penyelidikan setelah peristiwa terjadi.

Kita tidak pernah mendengar pemerintah melakukan audit sistem teknologi komunikasi informasi yang dimiliki bank- bank, baik audit sistem jaringan, sistem keamanan ATM, sistem kamera pengintai dan peringatan, maupun sistem lainnya. Nasabah terus-menerus dirugikan.

Data nasabah pun leluasa beredar di mana-mana. Kita tidak bisa berbuat apa-apa ketika ponsel berdering menawarkan produk tertentu, dan entah dari mana mereka memperoleh nomor ponsel kita. Apa sih yang dikerjakan Depkominfo?

Sumber: Kompas (25 Januari 2010)

2 Komentar leave one →
  1. rezt permalink
    Januari 25, 2010 5:23 pm

    Sekedar sharing pengalaman bang, yang walaupun saya baru beberapa bulan berada di tokyo ini, tapi kayaknya cukup relevant dengan konteks artikel ini.
    Salah satu hal yang kurasakan amat sangat menyenangkan hidup di kota yang katanya termahal di dunia ini adalah rasa aman itu. Tak ada rasa takut mau pulang tengah malam, lewat jalan-jalan sepi, dengan membawa equipment mahal sekalipun. Semua jalan-jalan utama dan tempat-tempat publik diawasi dengan security camera, yang beberapa kali terbukti memang aktif. Begitu ada orang yang mencurigakan, entah darimana polisi langsung datang.
    Fasilitas umum juga sangat terjaga dengan baik, seperti telepon umum. Walaupun di gang-gang sepi, telepon umumnya tetap berfungsi dengan baik, beda sekali dengan situasi di Indonesia yang fasilitas teleponnya habis ‘dirampok’.
    Bahkan di red district area pun, kita tetap bebas beraktifitas. Mesin-mesin ATM yang berada di wilayah kekuasaan ‘preman-preman’ lokal, tetap bebas tidak terganggu. Orang-orang pun tetap leluasa mengambil uang tanpa merasa takut ditodong atau dicopet.
    Wallahualam, negeri yang mayoritas menganut Sinto, justru jauh lebih bermartabat dalam beberapa aspek tertentu, dari negeri tercintaku yang berpenduduk muslim terbesar di dunia.

  2. Herman Kisman permalink
    Februari 1, 2010 10:31 am

    ngomong masalah security baik itu sistem teknologi atau lainnya yng digunakan sangat beda dengan yang ada di negara maju. Indonesia adalah negara yang sedang mencari jati diri kedewasaan. Ini terbukti dengan munculnya berbagai kasus yang melibatkan instansi besar yang ada di republik ini. ketidaksanggupan dalam menanggani suatu kasus akan derespon keras oleh publik yang secara terbuka baik lewat media cetak maupun elektronik. Harapan yang terus mangalir dari publik yang menginginkan rasa aman dan ketentraman dalam menjalankan akivitas sehari-hari. Semoga ini merupakan proses pembelajaran yang terus menerus oleh pihak-pihak yang terkait untuk mencapai hari esok yang lebih baik, amien..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: