Skip to content

Sensasi Antasari

Januari 21, 2010

SUDAH lama Antasari Azhar menjadi sorotan. Dia diperdebatkan publik ketika ingin menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Debat berkisar pada rekam jejaknya sebagai jaksa. Tetapi di tengah penolakan yang gencar, Antasari memenangkan kepercayaan DPR untuk mengetuai KPK.

Ketika menjadi Ketua KPK, Antasari juga menjadi sorotan dan apresiasi publik karena keberanian menyeret Burhanuddin Abdullah, Gubernur Bank Indonesia waktu itu ke bui. Termasuk besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Aulia Pohan.

Tetapi di tengah naiknya apresiasi terhadap KPK di bawah kepemimpinannya, Antasari kembali menjadi sorotan karena dituduh terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen. Dan, Antasari kemudian menjadi nama sensional karena kasus yang menimpanya digelimangi romans dengan seorang caddy golf wanita, Rani Juliani. Romans yang semakin memikat antusiasme media.

Kasus Antasari juga kemudian merembes ke wilayah politik ketika dua koleganya di KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah disidik dan ditahan kepolisian karena dianggap menerima suap. Publik menilai telah terjadi skenario untuk mengkriminalisasi KPK karena telah berani menantang kekuasaan.

Pertarungan cicak (KPK) melawan buaya (polisi) yang kemudian dimenangkan oleh cicak karena dukungan publik yang luar biasa menyebabkan soal Bibit-Chandra harus diselesaikan di luar pengadilan melalui intervensi Presiden. Analisis dan spekulasi politik pun berkeliaran di sekitar kasus Antasari.

Sekarang Antasari jadi sensasi lagi. Sensasinya adalah tuntutan mati oleh jaksa terhadapnya karena dianggap sebagai otak intelektual yang merencanakan pembunuhan terhadap Nasruddin. Bersama Antasari, Sigid Haryo Wibisono, pengusaha, dan Williardi Wizard yang polisi juga dituntut hukuman mati.

Berbagai pendapat terlontar dari kalangan yang paham hukum. Pengacara Antasari, tentu, menilai tuntutan mati berlebihan. Mereka menganggap jaksa hanya mencari sensasi dengan tuntutan yang bombastis. Yang mengejutkan adalah pertimbangan jaksa ketika mengajukan tuntutan mati. Menurut jaksa tidak ada satupun hal yang meringankan Antasari. Gebrakan Antasari yang memenjarakan petinggi BI dikesampingkan.

Sensasi Antasari tidak semata tuduhan kejahatan yang dilumuri romans. Tetapi juga sensasi di persidangan mengenai bukti-bukti yang tidak cukup membuktikan, bahkan menimbulkan kecurigaan. Selama persidangan banyak bukti yang mencurigakan. Misalnya, mengapa Rani ke hotel untuk bertemu dengan Antasari diantar Nasruddin? Mengapa pembicaraan Antasari dengan Rani dan juga dengan Sigid harus direkam?

Belum lagi misteri tentang keterlibatan tim bayangan, ketidakcocokan antara pistol dan peluru serta SMS ancaman oleh Antasari kepada Nasrunddin yang tetap saja menjadi teka-teki. Jaksa telah menyelesaikan tugasnya. Apakah hakim akan menciptakan lagi sensasi di seputar Antasari? Kita tunggu…

Sumber: Media Indonesia (21 Januari 2010)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: