Skip to content

Tantangan Membangun Organisasi Berbasis Pengetahuan Pada Instansi Pengawasan Internal Pemerintah

Januari 8, 2010

Dengan semakin berkurangnya sumber daya alam yang dapat dieksploitasi sebagai sumber keunggulan perekonomian suatu bangsa, pengamatan pada kurun waktu beberapa dekade terakhir menunjukkan telah terjadi pergeseran bangunan dasar sumber keunggulan komparatif suatu bangsa dari yang sifatnya Natural Resources ke Information-Intensive Industries dan terakhir menjadi Innovation-Driven Industries.

Sekarang ini fenomena inovasi menjadi kata kunci dalam membangun keberhasilan suatu individu, organisasi atau bangsa. Inovasi berarti tidak pernah berhenti dalam suatu comfort zone yang membuat terlena dalam suatu arus perubahan zaman yang bergerak kian cepat seiring dengan berjalannya waktu. Dalam konteks organisasi suatu keunggulan yang bersumber dari inovasi hanya dapat dibangun dengan cara menumbuhkembangkan ide, pemikiran serta memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi. Sehingga tercipta suatu budaya organisasi yang ramah terhadap inovasi.

Institusi pengawasan internal pemerintah yang dibangun atas dasar kebutuhan organisasi pada dasarnya telah memiliki tugas dan fungsi yang sudah baku dan pasti.

Barangkali masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa kurang maksimalnya kontribusi institusi pengawasan internal pemerintah bersumber dari lemahnya inovasi pada sektor ini. Suatu penelitian yang lebih mendalam dan komprehensif masih diperlukan untuk membuktikan sinyalemen tersebut.

Namun demikian, kiranya tidak terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa inovasi belum menjadi suatu strategi apalagi untuk menyebutkan sebagai suatu prioritas bagi instansi pengawasan internal pemerintah, karena ‘kepastian’ tadi sudah cukup kuat untuk membuat mereka sibuk dalam melaksanakan tugas dan fungsi rutinnya tanpa adanya suatu rasa khawatir akan hilangnya peranan dan wewenang karena munculnya kompetitor baru. Selama ini, peranan sebagai ‘watch dog’ yang cenderung hanya menimbulkan rasa takut bagi si auditan dan sekaligus ‘privilege’ bagi APIP ternyata tidak cukup ampuh untuk mendudukkan APIP sebagai ‘value creator’ bagi Pemerintah. Melihat dinamika sosial yang berkembang saat ini, kiranya perlu ada satu paradigm shift atau pergeseran sikap dan pemikiran APIP untuk mengubah karakter dari ‘watch dog’ menjadi ‘value creator’ sehingga profesi pengawasan internal pemerintah dapat dipandang sebagai kebutuhan seperti layaknya yang telah berjalan pada sektor korporat saat ini.

Menyikapi fenomena yang terjadi saat ini dimana fungsi pengawasan kelihatannya sibuk dengan dunianya sendiri dan belum mampu memenuhi harapan masyarakat luas, maka kiranya APIP perlu melakukan pembaharuan dan inovasi pada metode kerja, teknik, prosedur kerja dan pengendalian mutu hasil pengawasannya. Pengembangan yang berkelanjutan harus dilakukan secara terus menerus dengan cara mengelola pengetahuan dan pengalaman, sumber daya manusia serta teknologi sehingga APIP mampu membuat inovasi dan terobosan dalam membantu Pemerintah untuk memberantas korupsi, mengamankan pelaksanaan pembangunan dan lain lain.

Dalam lingkungan kehidupan kenegaraan dan persaingan perekonomian dunia yang sangat dinamis dewasa ini maka pengimplementasian konsep learning organization, yaitu suatu konsep yang selalu menuntut adanya perubahan dan adaptasi terhadap lingkungan, menjadi sangat penting jika suatu organisasi pengawasan internal pemerintah ingin dapat bertahan dan bertumbuh (Popper & Lipshitz, 2000).

Tidak ada kata terlambat jika ingin berubah menjadi lebih baik. Pengimplementasian konsep learning organization dan Knowledge Management dalam organisasi pemerintah khususnya pada sektor pengawasan internal dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengembangan organisasi dan pemupukan inovasi sehingga peranan sektor pengawasan di masa yang akan datang dapat semakin lebih baik. Pengalaman pada berbagai organisasi, perusahaan, maupun negara dalam arti yang sesungguhnya telah mampu memberikan bukti bahwa dengan pengelolaan pengalaman, pengetahuan dan teknologi telah mampu melahirkan pemikiran dan produk dengan inovasi yang bernilai ekonomis tinggi.

Pengalaman di BPKP selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir menunjukkan bahwa berbagai upaya inovasi telah dilakukan oleh seluruh elemen BPKP. Berbagai produk unggulan telah dimunculkan melalui proses inovasi seperti LAKIP, GCG, SIMDA/SAKD dan sebagainya. Namun, upaya inovasi di BPKP perlu terus didorong dan ditingkatkan.

Akhirnya, kepada seluruh unsur aparat pengawasan internal pemerintah perlu dibangun suatu semangat untuk secara secara bersama-sama aktif membangun dan mengembangkan learning organization dan Knowledge Management sehingga fungsi pengawasan yang menjadi salah satu pilar dalam aktivitas manajemen pemerintahan dapat berperan lebih besar sebagimana diharapkan para stakeholders kita.

*DR. Binsar H Simanjuntak, Ak.MBA adalah Deputi Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian BPKP.

Sumber: BPKP.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: