Skip to content

Bahaya Untuk Istana Datang dari Aditjondro

Desember 30, 2009

Arief Turatno

BAHAYA yang mengancam untuk Istana, atau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga datang bukan dari Pansus Hak Angket DPR soal Bank Century, tetapi justeru dating dari George Aditjondro. Mengapa? Sebagaimana kita ketahui, Rabu (23/12) pengamat politik dan pengajar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga yang banyak tinggal di Australia menulis buku tentang Mengungkap Gurita Cikeas. Dalam buku yang mendapat reaksi keras dari Presuden SBY tersebut mengungkap bagaimana aliran dana Bank Century itu terjadi dan siapa saja yang menerima aliran dana tersebut.

Dalam hal ini Aditjondro juga mengungkap bagaimana klan Ani Yudhoyono “bermain”. Selain mengungkap pula soal dana kampanye Partai Demokrat pada Kampanye Pemilu 2009 lalu. Pokoknya, kalau apa yang diungkap George Adttjondro benar semua. Maka dapat berakibat hasil Pemilu 2009 dianggap cacad hukum, dan hasilnya pun mesti dianulir. Tidak hanya itu, Partai Demokrat sebagai partai pemenang Pemilu pun dapat dibatlkan malah bias didiskualifikasi yang berakibat tidak boleh ikut pada Pemilu 2014.

Pertanyaan dan persoalannya adalah apakah semua data yang disampaikan Aditjondro tersebut benar, ataukah sekedar fitnah? Untuk ini SBY sempat mengatakan segera mengambil tindakan hokum terhadap Aditjondro karena pernyataannya yang menyudutkan istana. Bahkan dalam waktu dekat SBY mengatakan segera menerbitkan buku bantahan terhadap semua tudingan tersebut. Persoalannya adalah apakah persoalan yang menyangkut hajat dan harkat hidup orang banyak cukup diselesaikan dengan cara semacam itu? Artinya, kalau memang tidak benar, mengapa tidak didahulukan dengan menuntut secara hukum penyebar fitnah yang bernama Aditjondro tersebut?

Sebelum kasus ini, saat ramai pertikaian antara cicak melawan buaya, atau antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) versus Polri, sempat muncul “kolega” Anggodo Widjaya yang bernama Ong Yuliana Gunawan. Dari mulut perempuan cantik yang berprofesi sebagai pemijat dan pernah diberitakan terlibat narkoba di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) maupun di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) inilah terucap nama RI satu dan SBY. Menurut Yuliana, bahwa apa yang dilakukan Anggodo dan kawan-kawan mendapat dukungan orang nomor satu di Republik ini. Terhadap pernyataan tersebut SB sempat mengatakan supaya mengusut tuntas kasus tersebut. Faktanya?

Sampai saat ini apa yang dikehendaki dan dinyatakan SBY tidak pernah terbukti. Karena jangankan menangkap Yuliana, Anggodo yang jelas ada di tempat pun belum terjamah apa-apa. Maka terhadap pernyataan SBY kali ini pun soal buku Aditjondro kita ragu, bahwa pentolan Cikeas tersebut bakal berani menjamah pengamat politik yang sujka berbicara keras tersebut. Lebih dari itu, Aditjondro pun menantang bahwa dia tidak takut terhadap ancaman SBY, dan dia siap membeberkan bukti atau temuannya, jika masalah tersebut sampai ke meja hijau.

Jika memang SBY memang bersih, dan tetap ingin mempertahankan citra diri atau jatidirinya. Maka seharusnya dia tidak hanya menebar ancaman kosong, tetapi melakukan sesuatu yang benar-benar mampu membuktikan ucapannya tersebut. Sebaliknya, kalau setiap kali dia membuat pernyataan dan tidak mampu membuktikannya, maka lama kelamaan masyarakat atau public semakin bosan. Dan tidak percaya. Jika ini terjadi, jangan salahkan jika orang yang masih simpati kepadanya bakal segera meninggalkan SBY. Jika tidak percaya, silakan kita buktikan saja!

Sumber: Jakartapress.com.

Unduh buku: Mengungkap Gurita Cikeas di sini.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: