Skip to content

Pernyataan Bodoh Mantan Menteri BUMN

Desember 22, 2009

Hendri, S.Ked

Pada artikel Senin, 10 Maret 2008 | 07:35 WIB pada http://www.kompas.com/read/xml/2008/03/10/07355088 Menteri BUMN pada waktu itu menyatakan pengadaan barang dan jasa oleh BUMN tidak perlu melalui tender seperti yang disyaratkan dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003. Setiap BUMN dapat membuat sendiri aturan tentang pengadaan. Untuk itu akan segera dikeluarkan surat keputusan soal sistem pengadaan barang dan jasa.

Sangat naif bagi seorang menteri yg tidak memahami aturan pengadaan barang/jasa pemerintah, padahal dalam keppres no 80 tahun 2003 sudah cukup jelas dinyatakan:

Ruang Lingkup
Pasal 7

a). Ruang lingkup berlakunya Keputusan Presiden ini adalah untuk :

  1. pengadaan barang/jasa yang pembiayaannya sebagian atau seluruhnya dibebankan pada APBN/APBD;
  2. pengadaan barang/jasa yang sebagian atau seluruhnya dibiayai dari pinjaman/hibah luar negeri    (PHLN) yang sesuai atau tidak bertentangan dengan pedoman dan ketentuan pengadaan barang/jasa dari pemberi pinjaman/hibah bersangkutan;
  3. pengadaan barang/jasa untuk investasi di lingkungan BI, BHMN, BUMN, BUMD,yang pembiayaannya sebagian atau seluruhnya dibebankan pada APBN/APBD.

b). Pengaturan pengadaan barang/jasa pemerintah yang dibiayai dari dana APBN, apabila ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri/Pemimpin Lembaga/Panglima TNI/Kapolri/Dewan Gubernur BI/Pemimpin BHMN/Direksi BUMN harus tetap berpedoman serta tidak boleh bertentangan dengan ketentuan dalam Keputusan Presiden ini.

c). Peraturan Daerah/Keputusan Kepala Daerah yang mengatur pengadaan barang/jasa pemerintah yang dibiayai dari dana APBD harus tetap berpedoman serta tidak boleh bertentangan dengan ketentuan dalam Keputusan Presiden ini.

Selanjutnya Sofyan mengatakan, BUMN tidak perlu tunduk pada Keppres No 80/2003. Alasannya, keppres itu sangat rumit sehingga menyulitkan pengadaan barang dan jasa BUMN yang mendesak.

Di sini sebenarnya bukan Keppres tsb yg rumit, tapi pola pikir pejabat sendiri yg bikin rumit. Mereka tidak biasa berpikir sederhana seperti yg ditentukan oleh Keppres no 80 tahun 2003.

Saya yg bukan menteri aja, menganggap ketentuan dan prosedur dalam keppres tsb cukup gampang, gamblang, mudah dan sederhana.

Apakah pejabat-pejabat kita saat ini masih berpikir seperti itu? Semoga saja tidak, sehingga pengadaan barang/jasa pemerintah kedepan bisa dilakukan secara efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel.

Penulis adalah Putra Nanggroe Aceh Darussalam, Pelaku Dunia Konstruksi Dengan Gelar Sarjana Kedokteran & Ahli Pengadaan Nasional.

Sumber: Kompasiana.

7 Komentar leave one →
  1. Desember 22, 2009 8:00 am

    emmm skripsi saya kebutulan tentang pengadaan barang dan jasa di salah satu BUMN. Di BUMN tersebut tidak menggunakan kepres no. 80 tapi mengadopsi ke dalam peraturan pengadaan, trus kata dosen saya pengadaan di BUMN emank beda sama di institusi pemerintah seperti pemda karena pada umumnya BUMN anggaran pengadaan dari perusahaann itu sendiri bukan dari APBN dan APBD

  2. syukriy permalink*
    Desember 22, 2009 8:14 am

    @Aditkus
    Betul. Pendapat Menteri BUMN dan dosen anda tersebut benar adanya. Silahkan dibaca UU No.19/2003 tentang BUMN untuk memahami lebih jauh perbedaan BUMN dengan keuangan negara (APBN/APBD).
    Tulisan diatas melihat keuangan negara dalam artian sempit, mungkin karena tidak memiliki latar belakang pengetahuan tentang keuangan negara (publik), akuntansi, dan penganggaran.

  3. Desember 24, 2009 3:40 am

    Wah..wah saya baru baca kalau ada Menteri yang ngomong beginian Pa..
    Dan ini menambah ke’gemes’an saya terhadap pola hubungan antara pusat dan daerah.. kalau didaerah peraturan dari pusat sering menjadi Sabda Pandita Ratu yang harus diacu (ya macam Keppres 80 dll) tapi ditingkat pusat sendiri nyata2 ada saja yang mengingkari ya contoh kasusnya seperti pernyataan Bapak Mantan Menteri ini…
    Kalau seluruh kegiatan pengadaan di BUMN itu tidak mengacu pada Keppres 80 tapi mereka ngatur-ngatur sendiri lalu inidikator apa yang mereka pakai untuk menilai pengadaan itu benar dan tidak merugikan negara..apalagi saat ini BUMN mana sih yang didalamnya tidak ada sedikitpun campuran atau sokongan dana dari APBN???
    Dan kalau setingkat BUMN saja yang didalamnya banyak orang pinter kesulitan menjalankan Keppres 80 berarti kalah dong dengan pemerintah kab/kota yang dipelosok… sungguh tak habis pikir…

  4. syukriy permalink*
    Desember 25, 2009 4:58 am

    @Samsul RAmli
    Jawaban dan tanggapan, serta fakta yang ada saat ini terkait keharusan BUMN mengikuti Keppres 80 sudah saya tuliskan dalam blog ini dengan judul: Pengadaan Barang dan Jasa di BUMN tidak Mengikuti Keppres 80/2003 (silahkan buka link ini: https://syukriy.wordpress.com/2009/12/24/pengadaan-di-bumn-tidak-mengikuti-keppres-80/).
    Semoga bermanfaat dan bisa memancing diskusi berikutnya. Terima kasih.

  5. cerdas permalink
    Februari 11, 2010 2:06 pm

    Peraturan Meneg BUMN No.PER-05/MBU/2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan
    Pengadaan Barang & Jasa BUMN, memberikan keleluasaan bagi BUMN dalam melakukan
    pengadaan barang & jasa sesuai kebutuhan bisnis. Kebijakan ini memperkuat
    posisi BUMN sebagai entitas bisnis, bukan entitas pemerintah yang harus
    berpedoman Keppres No.80/tahun 2003. BUMN yang menggunakan dana diluar
    APBN/APBD diberikan kewenangan penuh mengatur tata cara belanja secara cepat,
    fleksibel, efisien, efektif sehingga tidak kehilangan peluang bisnis dan
    menimbulkan kerugian.

  6. cerdas permalink
    Februari 11, 2010 2:07 pm

    sumbernya dari sini http://www.mail-archive.com/gudang-ilmu@yahoogroups.com/msg00506.html

  7. Februari 11, 2010 7:07 pm

    cerdas
    Terima kasih atas informasinya. Semoga bisa menjadi tambahan referensi bagi rekan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: