Skip to content

Menjalin Persahabatan di Atas Sofa

Desember 11, 2009

Hai, ada pertemuan CS malam ini di Mbah Jingkrak pada pukul 20.00. Sepertinya asyik juga kalau kita bertemu dan juga baik bagi kamu untuk ketemu dengan teman-teman CS lainnya.

Pesan singkat itu masuk dalam telepon genggam saya, 24 Oktober lalu, dari seorang penjelajah dunia asal Lisbon, Portugal, bernama Ciro Rendas (29). Ciro yang bekerja di bidang manajemen itu selama ini telah mengunjungi tidak kurang dari 45 negara.

Pertemuan CS yang dimaksud Ciro adalah kumpul-kumpul sembari makan malam bersama anggota jaringan pertukaran keramahtamahan yang disediakan proyek CouchSurfing (CS) internasional. CouchSurfing adalah jejaring sosial pertukaran budaya dan keramahtamahan yang sekurangnya sudah melibatkan 1,4 juta anggota yang tersebar di 231 negara.

Cara kerja jaringan sosial CS ialah dengan bersedia menjadi tuan rumah bagi setiap anggota jaringan lain yang tengah berkunjung ke negara atau lokasi di mana kita sedang tinggal. Sebagai perimbangannya, kita pun bisa menumpang tinggal di kediaman salah satu anggota jaringan yang tersebar di 231 negara itu.

Kita bisa menginap di rumah salah seorang anggota jaringan sosial CS dan begitu pula sebaliknya. Menumpang tidur di atas kasur, matras, atau sofa yang sangat tergantung dari kesediaan dan kesiapan tuan rumah.

Adalah Casey Fenton, programmer komputer yang juga penjelajah dunia asal Conway, New Hampshire, Amerika Serikat, yang memulai proyek CouchSurfing pada 2000. Fenton memulai CS dengan mengirimkan surat elektronik secara acak kepada 1.500 mahasiswa University of Iceland untuk menanyakan apakah ia bisa menumpang menginap saat ia hendak bepergian dari Boston, Amerika Serikat, menuju Islandia.

Saat itu Fenton menerima tidak kurang dari 50 jawaban positif dan sejak 2004, CS mulai menjadi situs jejaring sosial global. Ciro bersama pasangannya yang asal Estonia, Kaisa Ansper (26), adalah salah seorang yang kemudian menyetujui dan meneruskan ide Fenton itu sampai di tingkat praktis.

”Kami sedang menunggu pekerjaan di Kuala Lumpur, Malaysia. Begitu dinyatakan oke, kami berangkat,” kata Ciro yang menggemari sejarah pendudukan Portugis di Indonesia itu. Bersama Kaisa, Ciro menumpang menginap di rumah salah seorang CSers yang juga pernah didatangi pada kesempatan sebelumnya saat ia berkunjung ke Jakarta.

Provokasi

Malam itu, kumpul-kumpul dan makan malam yang diinformasikan Ciro diselenggarakan di Restoran Mbah Jingkrak yang berada di Jalan Setiabudi Tengah 11, Jakarta Selatan. Acara itu dimulai dari semacam provokasi yang dilakukan seorang anggota jaringan CS asal Singapura bernama Akhsay Wagh (24), saat ia sedang mencari teman nongkrong bareng ketika ia berada di Jakarta pada 24-26 Oktober lalu. Dalam jejaring itu, semua anggota jaringan CS disebut sebagai CSers.

Ajakan nongkrong bareng itu dilempar Akhsay di dalam grup Jakarta yang ada di situs couchsurfing.org dan langsung disambut antusias. Seorang CSers di grup Jakarta, Diana Yusuf (28), lalu mengatur pertemuan itu, termasuk memesan tempat untuk makan. Dari 30 orang yang mengonfirmasi kedatangan, dengan lima orang yang mungkin datang, ternyata acara malam itu dihadiri hingga sekitar 50 orang.

Tidak kurang penyanyi Nuraini Sukoningrum Tamam yang dikenal sebagai Nina Tamam (34), kini anggota grup 5 Wanita, datang pada acara yang dimulai oleh provokasi Akhsay itu. ”Gue baru gabung bulan September kemarin,” kata Nina.

Nina Tamam yang bersuamikan Erikar Lebang itu mengaku motivasinya bergabung dalam jejaring CS karena pengalamannya mengikuti pertukaran pelajar beberapa tahun silam. Sejak itu Nina Tamam tidak pernah ingin berhenti untuk mengetahui budaya-budaya lain, tempat-tempat berbeda, dan bertemu dengan orang-orang baru.

Menurut Nina Tamam, pengalaman seperti itu jelas berbeda ketimbang menjadi turis yang selama ini kerap dilakoninya bila bepergian ke luar negeri. ”Bukannya enggak enak dan enggak senang. Tapi akan lebih senang lagi kalau ada teman lokal yang bisa kasih tunjuk tentang hal-hal yang ada, tapi enggak tertulis soal daerah sekitar,” tutur Nina.

Sekalipun belum pernah menjadi tamu jaringan CS di negeri lain, Nina Tamam yang kelahiran Surabaya, 29 Maret 1975, itu amat gembira bisa menjamu beberapa teman barunya yang asal Norwegia dan Singapura selama mereka di Jakarta dan mengajak mereka jalan-jalan. Ia menambahkan, karena pada dasarnya senang serta hobi bertemu orang dan jalan-jalan, maka jejaring CS yang mempertemukan orang-orang dengan minat jalan-jalan makin membuat kesenangan dan hobinya itu mendapatkan tempatnya yang sesuai.

”Kalau jadi nih… tanggal 7 sama 8 (November) nanti kami akan ke Garut. Tanggal 3 nanti baru mau diomongin lagi gimana-gimananya. Bergabung?!?” tulis Nina Tamam melalui e-mail.

Rencana jalan-jalan ke Garut itu buah provokasi seorang CSers asal Kolkata, India, bernama Sudeep Ghosh yang tengah bekerja di Jakarta.

Motivasi serupa diutarakan pula oleh Dyah Pratama, seorang CSers yang sehari-hari bekerja sebagai staf humas pada salah satu perusahaan barang-barang kebutuhan masyarakat di Jakarta yang malam itu turut hadir. Kata Dyah, akan sangat menyenangkan jika ia tidak merasa sendirian saat tengah berada di negara asing dan bisa berinteraksi langsung.

Dyah menambahkan, untuk pengalaman menjadi tuan rumah memang lebih banyak menuai cerita seru. Itu seperti problem bahasa dan kendala interaksi dengan penghuni lain di rumah.

Namun, imbuh Dyah, menjadi tuan rumah bukan berarti melayani sampai harus bolos kerja segala demi menemani tamu jalan-jalan. Karena itulah, bagi kebanyakan CSers, biasanya mereka meminta satu pekan sebelum jadwal kunjungan sudah ada pemberitahuan sebelumnya.

Calon tamu juga diminta mafhum dengan aneka aturan tuan rumah yang mungkin berbeda-beda. Nina Tamam, misalnya, sudah mewanti-wanti bahwa bersama Erikar Lebang mereka bukanlah pasangan yang mengonsumsi rokok. Jadi, tamu yang datang dan menumpang menginap di rumah mereka juga diminta untuk tidak merokok.

Motivasi

Motivasi supaya bisa keliling dunia dalam 80 hari, seperti kisah dalam novel klasik karya Jules Verne, diungkapkan Clara Felisia yang adalah seorang praktisi periklanan, saat ia memutuskan jadi salah seorang CSers. Felis, panggilannya, mengatakan khusus untuk jaringan CS grup Jakarta adalah yang terbilang paling aktif dibandingkan grup-grup kota lain, semisal Bandung atau Semarang.

Menurut Felis, jaringan CS grup Jakarta termasuk yang paling sering melakukan kegiatan. Entah itu buka puasa bersama, silaturahim Lebaran, atau merayakan hari kemerdekaan saat tanggal 17 Agustus.

Anggota grup Jakarta pada jejaring couchsurfing.org per 1 November tercatat sebanyak 845 orang. Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan grup Surabaya yang baru beranggotakan 144 orang. ”Tapi aku melihat kenaikan jumlah orang yang bergabung dalam CS di Indonesia pada pekan-pekan ini cukup signifikan. CS memang seperti virus, virus yang bagus,” kata Ciro Rendas.

Ia menambahkan, dirinya telah beberapa kali bertemu dengan CSers pemula dari sejumlah negara yang pada kesempatan pertemuan selanjutnya selalu telah kembali dengan cerita-cerita bahwa mereka baru saja mengunjungi sejumlah negara.

Menjelang acara itu berakhir, Diana Yusuf mendekati Kompas dan Ciro yang lagi berbincang serius. ”Maaf, apakah ada di antara kalian yang belum patungan,” ujar Diana yang mengorganisasi dan memesan tempat makan malam itu.

Maka, patungan sebesar Rp 50.000 malam itu rasanya masih lebih kecil dibandingkan persahabatan tak ternilai yang malam itu dengan segera kami jalin. Bersama-sama dengan puluhan CSers lain dari sejumlah negara.

Sumber: Ingki Rinaldi (Kompas, 10 Desember 2009)

One Comment leave one →
  1. Maret 6, 2010 12:12 pm

    Salam kenal… Tulisan yang menarik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: