Skip to content

Kapasitas Fiskal Daerah Masih Rendah

Desember 8, 2009

Departemen Keuangan menetapkan peta kapasitas fiskal yang akan dijadikan sebagai dasar bagi pemerintah pusat dalam menyalurkan dana dari pinjaman luar negeri atau biasa disebut penerusan pinjaman luar negeri. Ada tujuh daerah dinyatakan memiliki kapasitas rendah di tahun 2010. Artinya, penerimaan ketujuh daerah itu untuk membiayai tugas pemerintahan masih minim, atau memiliki perbandingan antara pendapatan setelah dikurangi belanja gaji pegawai dan jumlah penduduknya tergolong rendah.

Penetapan kapasitas fiskal dilakukan dengan menghitung pendapatan asli daerah (PAD) ditambah dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), plus pendapatan lain-lain, kemudian dikurangi beban anggaran belanja gaji pegawai. Penghitungan kapasitas fiskal didasarkan pada data realisasi APBD 2008. Adapun indeks dengan menghitung kapasitas fiskal masing-masing provinsi dibagi dengan rata-rata kapasitas fiskal seluruh provinsi.

Berdasarkan formulasi ini, peta kapasitas fiskal ini membagi daerah-daerah menjadi empat kelompok, yakni berkapasitas fiskal sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah.

Ketujuh provinsi yang memiliki kapasitas fiskal rendah adalah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku. Jumlah ini menurun dibanding tahun ini (16 daerah).

Ada tujuh provinsi yang masuk kategori kapasitas fiskal sangat tinggi, yakni Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Bali. Di 2009 ini, cuma dua yang masuk daftar kapasitas fiskal sangat tinggi, yakni Provinsi DKI Jakarta dan Kalimantan Timur.

Hasil pengelompokan ini berlaku mulai 1 Januari 2010 dan menjadi dasar untuk menghitung besaran dana penerusan pinjaman luar negeri yang diterima setiap daerah pada tahun depan. Artinya, semakin rendah kapasitas fiskal suatu daerah, maka akan semakin besar niali hibah yang ditransfer Pemerinta Pusat ke daerah tersebut. Hal ini dimaksudkan agar Daerah dapat melaksanakan fungsi pemerintahan dengan normal.

Mengapa Kapasitas Fiskal Masih Rendah?

Sumber:

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: