Skip to content

Presiden Butuh Dorongan

November 21, 2009

REAKSI publik kian kencang pascapenyerahan rekomendasi Tim 8 kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah. Reaksi itu jelas ditujukan kepada Presiden karena dinilai lamban mengambil keputusan.
Waktu satu minggu untuk merespons rekomendasi dipandang terlampau lama. Akibatnya, kejaksaan dan kepolisian ngotot memproses kasus kedua Wakil Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Padahal rekomendasi Tim 8 secara tegas menyebutkan agar Presiden menghentikan perkara Bibit dan Chandra.

Sejak awal Presiden bersikap tidak ingin mengintervensi proses hukum yang sedang berlangsung. Sikap itu diungkapkan kembali dalam rapat kabinet terbatas Rabu (18/11). Presiden meminta agar jangan mendorongnya melakukan sesuatu yang bukan wewenangnya.

Seorang pemimpin dipilih, apalagi dipilih secara langsung, tentu saja untuk tujuan melayani pemilihnya. Itulah moralitas tertinggi yang harus dipegang seorang pemimpin. Karena itu, pejabat publik harus siap didorong-dorong oleh pemilihnya untuk melaksanakan kehendak pemilihnya. Jika pejabat tidak siap didorong-dorong untuk menjalankan keinginan pemilihnya, tidak ada lagi legitimasi baginya menempati posisi itu.

Dia harus secara sukarela minggir karena tidak lagi mampu melaksanakan keinginan pemilihnya. Dalam pemilihan umum, seorang calon pejabat publik mendorong-dorong pemilih untuk memilihnya. Dia menebar berbagai janji melaksanakan segala hal yang menjadi keinginan rakyat. Karena itu, tatkala rakyat menagih janji dan mendorongnya melaksanakan keinginan rakyat, jangan menamengi diri dengan intervensi.

Desakan kuat yang muncul hari-hari ini adalah agar Presiden segera bersikap sesuai dengan rekomendasi Tim 8. Melaksanakan rekomendasi Tim 8 bukanlah intervensi. Jika menganggap rekomendasi Tim 8 adalah sebuah dorongan, dorongan itu menjadi kehendak Presiden sendiri untuk memperkukuh alasan ketika mengambil keputusan.

Kita khawatir jika kasus ini terus diambangkan, eskalasi semakin kuat dan kita kehilangan momentum. Kini demonstrasi tandingan yang mendukung polisi dan jaksa marak di sejumlah daerah. Itu kebiasaan-kebiasaan tidak terpuji untuk membenturkan khalayak.

Seorang pemimpin harus berjalan di dalam koridor hukum itu pasti. Tetapi, seorang pemimpin melaksanakan rekomendasi dari tim yang dibentuknya jangan pula dianggap melakukan intervensi. Apalagi Tim 8 bukanlah anak bawang yang tak paham hukum. Mereka adalah para punakawan yang mahir di bidang masing-masing. Mereka gabungan praktisi dan ilmuwan kondang.

Rekomendasi Tim 8 disusun secara runtut dengan fakta yang sudah diverifikasi serta dilengkapi aturan hukum yang menjadi landasannya. Sebenarnya Presiden tinggal melaksanakan.

Presiden Yudhoyono seperti sendirian menghadapi situasi pelik ini. Berbeda dengan lima tahun silam ketika Jusuf Kalla menjadi wakil presiden. JK selalu pasang badan ketika pemerintah diserang dari berbagai penjuru mata angin.

Editorial Media Indonesia (Jumat, 20 November 2009)

Iklan
One Comment leave one →
  1. November 22, 2009 3:49 pm

    Rekomendasi yang diserahkan oleh TPF kepada presiden SBY hari selasa kemarin merupakan temuan2 tim 8 ketika mendengarkan langsung keterangan2 dari berbagai intitusi yang sekarang sedang kisruh…
    dimana pokok dari permasalahan ini adalah tentang kasus Kriminalisasi KPK yang dilakukan oleh 2 institusi negara ini..

    ketika tim 8 menyerahkan rekomendasi hasil temuan tersebut, presiden SBY tidak langsung menanggapinya, tatapi presiden memberikan pernyataan bahwa beliau akan mengeluarkan keputusan hari senin besok..
    keputusan presiden ini tentunya sangat ditunggu oleh banyak pihak dan kalangan, dan tentu saja masyarakat luas yang sangat ingin tahu apa keputusan presiden SBY ini.

    semoga saja keputusan pak SBY nanti bisa menjadikan titik terang akan dibawa kemana jalur Hukum dinegeri kita ini.
    Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: