Skip to content

Tukang Sapu Kontroversial

November 3, 2009

Dewan Perwakilan Rakyat semalam memilih pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi yang baru. Secara mengejutkan, nama yang terpilih sebagai pemimpin KPK adalah Antasari Azhar, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum. Saat memimpin Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, ia pernah disorot karena lamban melakukan eksekusi sehingga Tommy Soeharto bisa menghilang. Ia juga mengakui pernah menerima parsel–padahal komisi ini periode 2004-2007 melarang pejabat menerima parsel.
Antasari Azhar
37 suara (didukung oleh Golkar dan PDIP)
–Kutipan–
“Kalau untuk parsel, pernah saya terima beberapa kali.”
Lahir 18 Maret 1953
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum
— Sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan gagal mengeksekusi hukuman Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto agar masuk penjara.
— Sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, ia menyeret 30 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kendari masuk sel.
Kekayaan:
Rp 3,3 miliar berupa dua bidang tanah dan bangunan di Tangerang dari warisan dan hasil sendiri. Tiga mobil (hasil sendiri, warisan, dan pemberian mertua).

Chandra M. Hamzah
44 suara
Lahir 25 Februari 1967
Pengacara di Assegaf Hamzah and Partners
Selama menjadi pengacara, Chandra mengaku hanya pernah sekali membela kasus korupsi, yaitu kasus Khairansyah Salman.
Kekayaan:
Rp 3,8 miliar dan US$ 12.815. Kekayaan terdiri atas tanah dan bangunan, 2 mobil dan satu sepeda motor Ducati.

Irjen Bibit Samad Rianto
30 suara
3 November 1945
Rektor Universitas Bhayangkara Jaya,
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur pada 1997-1998
Selama memimpin para polisi di Kalimantan Timur, ia membongkar 234 kasus pembalakan liar. Sebanyak 91 di antaranya dapat diselesaikan berkasnya.
Kekayaan:
Rp 1,8 miliar berupa enam bidang tanah dan bangunan di Tangerang dan Purworejo, 2 mobil, 1 sepeda motor, dan sejumlah surat berharga.

Haryono
30 suara
8 September 1960
Kepala Biro Perencanaan dan Pengawasan BPKP
Birokrat yang sudah berpengalaman membuat sistem audit yang dilakukan inspektorat jenderal di BPKP. Sistem ini mulai diterapkan di seluruh departemen.
Kekayaan:
Rp 814 juta dan US$ 6.146, termasuk tanah, bangunan serta mobil.

Moch. Yasin
28 suara
14 Juni 1958
Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK
Kekayaan:
Rp 545 juta berupa dua bidang tanah di Tangerang. Ia juga memiliki utang Rp 54 juta.

Sumber: www.tempointeraktif.com (06 Desember 2007)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: