Skip to content

Peneliti Senior yang Prihatinkan Garis Kemiskinan

Oktober 28, 2009

Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, SE., MA.

SELAMA ini, nama Armida Alisjahbana barangkali lebih dikenal akrab di kalangan akademisi. Pasalnya, sebelum diangkat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tokoh bergelar profesor ekonomi ini menjabat sebagai Pembantu Dekan bidang Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung. Selain itu, ia juga merupakan salah satu peneliti senior di universitas yang sama.

Armida Salsiah Kusuma Atmaja, perempuan kelahiran Bandung, 16 Agustus 1960 ini sudah sejak lama bercita-cita menjadi seorang ekonom. Putri ke-2 pasangan Mantan Menteri Luar Negeri Prof. (Em.) Dr. Mochtar Kusuma Atmadja, SH., LLM. dan Siti Hadidjah itu terdorong mendalami ilmu ekonomi karena prihatin melihat kondisi masyarakat Indonesia yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan.

Setelah lulus dari SMA Negeri 3 Bandung, Armida melanjutkan pendidikan dengan berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia hingga lulus tahun 1985. Ibu dua orang anak ini lantas melanjutkan studi pascasarjana di Northwestern University, Evanston, Illinois, AS, dan meraih gelar Master of Arts di bidang ekonomi. Tak lama kemudian, Armida dipersunting oleh Andi Alisjahbana, yang tak lain adalah teman lamanya semasa SMA, dan namanya menjadi dikenal dengan Armida S. Alisjahbana.

Berkeluarga tidak membuat Armida berhenti mencari ilmu. Ketika anak pertama mereka Arlisa Alisjahbana lahir, sang suami memboyong keluarga kecil tersebut pindah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan sekolah di sana. Setelah dua tahun menetap di negeri Paman Sam itu, Armida yang dikaruniai anak kedua, Ariana Alisjahbana, lantas memutuskan mendaftarkan diri untuk program S-3 di University of Washington, Seattle.

Meskipun ketika itu sang suami telah menyelesaikan tugas belajarnya dan harus kembali ke Indonesia bersama kedua anaknya, Armida tidak patah semangat dan tetap melanjutkan kuliahnya dengan sokongan dana beasiswa dari The World Bank. Ia akhirnya berhasil memeroleh gelar doktor pada 1994, dengan mengajukan tesis berjudul Demand for Children’s Schooling in Indonesia: Intrahousehold Allocation of Resources, the Role of Prices and Schooling Quality.

Awal karier
Karier Armida di dunia akademisi dimulai pada 1989, ketika ia diterima sebagai pengajar tetap di Fakultas Ekonomi Unpad. Kiprah Armida sebagai ekonom di bidang ekonomi dan studi pembangunan mengantarnya menjadi peneliti dan konsultan di berbagai lembaga baik dalam maupun luar negeri.

Ia antara lain tercatat sebagai Ketua Laboratorium Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat dan Pengkajian Ekonomi (LP3E) FE Unpad dan Ketua Pusat Penelitian Kependudukan dan Pengembangan SDM, LPPM Unpad. Selain menulis berbagai riset yang terkait dengan desentralisasi fiskal, ia juga kerap menjadi konsultan di sejumlah lembaga keuangan dunia, seperti World Bank dan Australian Agency for International Development (AusAID).

Berbagai tulisan Armida telah dimuat dalam berbagai media massa, buku, newsletter, working paper, dan jurnal di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, ia juga kerap menjadi pembicara dalam berbagai seminar, konferensi, pelatihan, dan lokakarya di tingkat nasional dan internasional.

Atas kontribusinya di bidang ekonomi selama ini,  ia pernah meraih sejumlah penghargaan dari pemerintah Amerika Serikat dalam program Visiting Fellowship untuk melakukan penelitian dan kunjungan ke negara tersebut.

Sumber: Media Indonesia Perempuan.

Iklan
One Comment leave one →
  1. wahyu am permalink
    Oktober 28, 2009 6:51 am

    nice post 😆

    nambah lagi pengetahuan ane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: