Skip to content

Meratakan Mutu Perguruan Tinggi Indonesia

Oktober 18, 2009

PUBLIKASI Consejo Superior de Investigaciones Cientificas edisi 30 Juli 2009 tentang perguruan tinggi berkelas dunia dalam Ranking Web of World Universities sungguh menarik dicermati. Publikasi itu menunjukkan kualitas perguruan tinggi yang didasarkan pada keakrabannya dengan dunia internet dalam proses pembelajaran.

Tegasnya, sejauh mana sivitas akademika sering mengunduh (men-down load) bahan ajar dan informasi lain dari internet serta memublikasi atau meng-up loadbahan ajar dan informasi lain ke internet akan sangat menentukan rangking perguruan tinggi yang bersangkutan.

Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang berkiprah di daerah Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat (AS), ditetapkan sebagai perguruan tinggi di rangking pertama dikarenakan mahasiswa dan dosennya sangat akrab dengan internet. Di kampus tersebut dipasang banyak hot spotyang memungkinkan mahasiswa dan dosen dapat mengakses internet secara gratis. Sistem perkuliahannya mengaplikasi internet based lecture (IBL) yang dikembangkan pada berbagai perguruan tinggi terkemuka di dunia.

39 PT Indonesia
Dalam daftar perguruan tinggi berkelas dunia hanya ada dua perguruan tinggi Indonesia yang berhasil masuk di dalamnya; yaitu UGM Yogyakarta di rangking ke-572 dan ITB Bandung di rangking ke-727. Sebagaimana yang ada di MIT AS, di UGM dan ITB telah banyak dipasang hot spot yang memungkinkan mahasiswa dan dosen bisa mengakses internet secara gratis. Beberapa mahasiswa dan dosen bahkan membawa modem yang memungkinkan mereka dapat mengakses internet secara lebih luwes.

Yang lebih penting, pembelajaran beberapa mata kuliah menerapkan pendekatan IBL sebagaimana terjadi di negara-negara maju. Pendekatan itu memang memiliki banyak keunggulan; di antaranya dapat diaksesnya bahan ajar secara lebih aktual dan lebih cepat.

Kalau kita bandingkan dengan publikasi CINDOC edisi 27 Januari lalu dalam World Universities Ranking on the Web 2009 di satu sisi kita mengalami kemunduran, tetapi di sisi lain mengalami kemajuan.

Kemunduran karena semula kita memiliki tiga nama dalam daftar 1.000 perguruan tinggi berkelas dunia, yaitu UGM, ITB dan UI Jakarta, tetapi sekarang tinggal dua saja, yaitu UGM dan ITB. Terpentalnya UI dari daftar itu akibat kalah bersaing dengan berbagai perguruan tinggi di mancanegara yang lebih cepat maju. Sementara itu, kemajuan dapat dilihat dari naiknya rangking UGM secara fantastis; dari 623 ke 572. Kefantastisan itu tentu tidak lepas dari kerja keras sivitas akademika UGM itu sendiri.

Kalau Harvard University yang berkiprah di Massachusetts, California Institute of Tecnology yang berkiprah di California, dan University of Texas Austin yang berkiprah di Texas dapat membawa nama baik AS, UGM yang berkiprah di Yogyakarta sudah barang tentu membawa nama baik Indonesia pada umumnya.

Ke-39 perguruan tinggi Indonesia berkelas dunia versi CINDOC adalah UGM Yogyakarta, ITB Bandung, UI Jakarta, Petra Surabaya, Gunadarma Jakarta, UNS Surakarta, Unair Surabaya, ITS Surabaya, IPB Bogor, Unibraw Malang, UMS Surakarta, Undip Semarang, UNM Malang, UPI Bandung, STT Telkom Bandung, UII Yogyakarta, Unpad Bandung, Mercu Buana Jakarta, Politeknik Elektronika Surabaya, Unhas Makassar, Unud Denpasar, UMY Yogyakarta, Atma Jaya Yogyakarta, Unjem Jember, dan UNY Yogyakarta.

Di papan bawah ada Unila Lampung, Unpar Bandung, Paramadina Bandung, Unsri Palembang, Bina Nusantara Jakarta, USU Medan, Duta Wacana Yogyakarta, Budi Luhur Jakarta, Atma Jaya Jakarta, Unri Riau, STMIK Amikom Yogyakarta, Sanata Dharma Yogyakarta, Unnes Semarang, dan Maranatha Bandung.

Masih di Jawa
Kalau kita cermati lebih teliti, dari 39 nama tersebut, ternyata hanya ada 6 atau 15% perguruan tinggi yang berkiprah di luar Jawa; sedangkan itu 33 atau 85% perguruan tinggi berkiprah di Jawa. Itu berarti mutu perguruan tinggi kita belum merata karena masih terpusat di Jawa. Di sinilah permasalahan kita.

Dalam menentukan rangking suatu perguruan tinggi, digunakan kriteria sejauh mana perguruan tinggi tersebut memanfaatkan jasa internet dalam mengembangkan pendidikan.

Banyaknya perguruan tinggi berkelas dunia di Jawa pada satu sisi dan sedikitnya perguruan tinggi berkelas dunia di luar Jawa di sisi lain menunjukkan bahwa pemanfaatan jasa internet belum merata antara perguruan tinggi di Jawa dan di luar Jawa. Di dalam bahasa yang lebih transparan, perguruan tinggi di luar Jawa umumnya tertinggal dalam hal pemanfaatan jasa internet.

Universitas Tanjungpura (Untan) di Pontianak dan Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura misalnya; meskipun jumlah mahasiswanya mencapai belasan ribu orang serta para dosennya banyak yang berpredikat doktor dan profesor, dalam hal pemanfaatan internet masih kalah jika dibandingkan dengan UGM Yogyakarta, ITB Bandung, dan beberapa PTS di Jawa.

Realitas tersebut hendaknya direspons positif pengelola perguruan tinggi di luar Jawa untuk memacu upaya memanfaatkan jasa internet dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kalau hal itu terwujud, keberadaan perguruan tinggi berkelas dunia di Indonesia akan lebih dapat diratakan sehingga akan lebih mudah dinikmati masyarakat luas !!!.

Oleh Ki Supriyoko, Direktur Program Pascasarjana Universitas Tamansiswa Yogyakarta dan Wakil Presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) yang bermarkas di Tokyo, Jepang.

Sumber: Media Indonesia (26 Agustus 2009)

Artikel terkait:

Meratakan Kualitas Pembangunan Manusia (Harian Umum Pelita)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. Oktober 18, 2009 7:13 am

    ayo semangat buat univ..bukan hanya ngejar kuantitas…tp kualitas juga perlu diperbaiki loh

  2. tamy permalink
    November 19, 2009 3:16 pm

    stmik jakarta bagus gak sih? bagusan bsi atow stmik jakarta. blas ke email saya
    mksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: