Skip to content

Saling Lempar, DPR-Pemerintah Tak Profesional

September 22, 2009

Oleh Arief Turatno

SETELAH semua orang berteriak keras, tiba-tiba DPR dan pemerintah (eksekutif) saling lempar tanggungjawab. Ini terjadi pada kasus pengesahan Undang-Undang (UU) tentang Tipikor, dan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kerahasiaan Negara. Rakyat tentu saja marah, karena kedua produk UU tersebut jelas menodai kepercayaan rakyat. Juga telah memberangus keberadaan demokrasi yang telah dibangun sejak reformasi bergulir. Dan celakanya lagi, mereka yang membuat dan mengesahkan UU itu adalah orang-orang yang selama ini mengaku sebagai reformis.

Sekarang ketika rakyat mulai menggugat, ketika semua elemen bangsa bergeliat, giliran mereka saling lempar tanggungjawab. Karena itu nasib kedua UU itu pun semakin tidak menentu. Pertanyaan dan persoalannya adalah mengapa tidak sejak awal persoalan tersebut dibicarakan dengan rakyat? Mengapa pula tidak sejak awal permasalahan tersebut  ditanyakan kepada rakyat, apakah mereka suka atau tidak, jika pemerintah membuat kebijakan semacam itu?

Dalam UUD 1945 memang disebutkan, DPR adalah wakil rakyat. Hanya yang jadi pertanyaan adalah apakah rakyat selama ini telah terwakili oleh mereka? Juga apakah rakyat pernah memandatkan sesuatu kepada dewan agar mereka mengerjakan seperti apa yang dilakukan saat ini? Kita yakin, rakyat—dimana saja—pasti akan menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak terwakili. Kalau benar, dewan adalah wakil rakyat, pertanyaannya adalah apa yang telah diperbuat para anggota dewan untuk kesejahteraan rakyat banyak?

Rakyat pun kita yakin, tidak pernah memandatkan apa-apa kepada para anggota dewan. Kalau rakyat pernah memandatkan sesuatu kepada dewan, pasti rakyat tidak akan protes, rakyat tidak akan berunjukrasa dengan apa yang dilakukan mereka. Faktanya, rakyat sekarang tidak hanya bergeliat, mereka pun marah, karena ternyata dewan yang mereka pilih telah berjalan di luar rel yang disepakati ketika kampanye dulu. Dewan yang dipilih dengan harapan menjadi cerminan kehendak rakyat, malah menjadi hewan buas yang siap menerkam pemandatnya.

Lepas dari itu, dan menyimak apa yang terjadi di Senayan, sebagaimana yang ditayangkan televisi soal perdebatan siapa yang paling bertanggungjawab terhadap keluar dan disahkannya UU yang penuh kontroversi itu. Kita melihat bahwa sesungguhnya baik anggota dewan (legislatif) maupun eksekutif nampak sekali ketidakprofesionalannya. Mengapa? Kalau mereka mengaku sebagai profesional, tentu bukan dengan cara semacam itu dalam mempertanggungjawabkan kesalahan kepada public. Tidak harus saling tuding dan saling lempar tanggungjawab. Sebab cara-cara semacam itu justeru telah menunjukan kepada public tentang ketidakmampuannya dalam mengatasi persoalan.

Jika benar asumsi ini, pertanyaannya adalah mengapa kita mempercayakan bangsa dan negara kepada orang-orang semacam itu? Apakah ini memang sengaja bagian dari scenario asing untuk melemahkan bangsa dan negara kita? Entahlah. Yang jelas persoalan tersebut sekarang telah menjadi gunjingan umum, yang mengindikasikan, betapa lemah dan bodohnya kita. Mungkin karena kebodohan kita inilah, sehingga begitu mudahnya kekuatan asing masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sungguh mengharukan nasib bangsa ini!

Sumber: Jakartapress.com.

Iklan
One Comment leave one →
  1. September 22, 2009 9:45 am

    Semoga mereka DPR dan Pemerintah menghasilkan yang baik, bagi rakyat. Atau mereka dilatih dulu lempar lembing atau lempar peluru sampai bosan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: