Skip to content

Walikota Yogyakarta: Iklan Sekolah Gratis Menyesatkan

Juli 16, 2009

Koran Tempo – Rabu, 15 Juli 2009

TEMPO Interaktif, Yogyakarta – Iklan pendidikan/sekolah gratis yang sering ditayangkan di media cetak maupun elektronik dianggap menyesatkan. Pada dasarnya tidak ada sekolah gratis. “Iklan sekolah gratis tidak tepat, justru tidak mendidik dan cenderung menyesatkan,” kata Herry Zudianto, walikota Yogyakarta, Rabu (15/7).

Menurut dia, pemerintah kota Yogyakarta sudah sejak dulu tidak pernah menyatakan atau menggembar-gemborkan sekolah gratis. Sebab kenyataannya, hingga saat ini di semua jenjang pendidikan para orang tua masih dibebani sejumlah biaya sekolah. “Kalau prinsip kami, bukan sekolah atau pendidikan gratis. Tetapi pendidikan yang terjangkau untuk semua,” kata Herry.

Karena tidak ada sekolah gratis, sebaiknya iklan tersebut bukan tentang sekolah gratis, melainkan BOS (bantuan operasional sekolah) gratis. Khususnya untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah pertama (SMP).

Herry berharap komitmen pemerintah untuk merealisasikan 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara untuk pendidikan, dan peran serta masyarakat. Sebab, pengembangan kualitas pendidikan memang tidak mengenal adanya batas atas.

Karena itulah, dalam konsep pendidikan yang terjangkau ini sekolah dapat menerima partisipasi masyarakat. Asal sumbangan dan partisipasi itu berdasarkan kesediaan. “Kalau misalnya ada pungutan biaya, tidak boleh memaksa, jika ada sumbangan dari masyarakat ya tidak ditolak,” kata Herry.

Pemerintah kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan memang memperbolehkan sekolah khususnya jenjang SD dan SMP untuk memungut sumbangan partisipasi kepada para siswa. Sedangkan BOS dari pusat dan daerah (Bosda).

Yang perlu ditegaskan, kata Herry, yang menentukan besaran angka partisipasi dan sumbangan itu bukan sekolah. Melainkan ditentukan orang tua masing-masing lewat komite sekolah. Dan itu tidak bisa dibebankan kepada semua siswa.

Menurut Syamsury, Kepala Dinas Pendidikan kota Yogyakarta, selama ini yang digratiskan hanyalah untuk dana operasional. Sumbangan dan partisipasi masyarakat bisa dilakukan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi semua yang melakukan adalah orangtua.

”Kami masih menunggu peraturan walikota dalam hal partisipasi masyarakat terhadap sumbangan sekolah, jadi aturannya jelas,” kata dia.

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. syukriy permalink*
    Juli 16, 2009 2:22 pm

    “Iklan Pemerintah” yang ditayangkan di televisi dan media massa lainnya selama menjelang Pemilu Presiden memang “gila” dan banyak yang “membohongi”. Masyarakat kita memang masih mudah terbuai dengan iklan ini karena memang kondisi saat ini “lebih baik” dibanding masa Presiden sebelumnya. Namun, sering kita tidak bisa membandingkan antara “kinerja di masa perang kemerdekaan” dengan “kinerja di masa damai”.

    Akankah pembohongan seperti ini akan terus belanjut selama lima tahun ke depan? Semoga tidak, seperti harapan kita semua. Semoga masyarakat semakin sadar bahwa apa yang kita dapatkan saat ini sesungguhnya masih jauh dari yang seharusnya kita peroleh.

  2. Juli 28, 2009 3:58 am

    saya menulis tentang iklan pendidikan gratis ini di blog saya beberapa waktu.http://dyahsuminar.com
    harus di cermati…gratis bagi yang tak mampu, terjangkau oleh semua…

  3. syukriy permalink*
    Juli 30, 2009 11:18 am

    @Dyah Suminar
    Terima kasih, bu atas kunjungannya ke blog ini.

    Blog ibu, http://dyahsuminar.com, ternyata sangat menarik, khususnya bagi ibi-ibu pejabat di daerah, sebagai media berdiskusi dan belajar bersama. Semoga pengalaman ibu ikut “mengelola” Kota Jogja memberi inspirasi kepada ibu bupati/ibu walikota yang lainnya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: