Skip to content

Haruskah Kapolda Sumut Diberhentikan?

Februari 8, 2009

Pemberhentian Kapolda Sumut merupakan efek dari kerusuhan yang terjadi dalam demonstrasi ke DPRD Sumut yang menyebabkan meninggalnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat pada Selasa 3 Februari 2009 lalu. Beberapa hari kemudian, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mencopot Kapolda Sumut Irjen Nanan Sukarna dan Kapoltabes Medan.
Ada yang menarik dengan pencopotan Kapolda Sumut tersebut. Harian lokal terbesar di Medan, Waspada, melihat adanya konspirasi di balik ini. Berikut tulisan yang dimuat dalam harian tersebut pada hari Minggu tanggal 8 Februari 2009.

=========================

Ada ‘konspirasi’ merusak citra dan reputasi Nanan Sukarna

Mabes Polri harus waspada

MEDAN – Masyarakat Sumatera Utara perlu lebih jeli menanggapi pencopotan Kapolda Sumut Irjen Nanan Sukarna. Dan Mabes Polri perlu mewaspadai adanya indikasi ‘konspirasi ganda’ kelompok tertentu untuk menjatuhkan reputasi Nanan. Upaya itu dilakukan melalui peristiwa aksi anarkis pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) di gedung DPRD Sumut, Selasa (3/2) lalu. Diduga, ada konspirasi dari kelompok yang merasa ‘lahan pendapatannya’ terganggu atas kebijakan Nanan memimpin Polda Sumut, kata Presiden Perjuangan Hukum dan Pembangunan (PHP), HMK Aldian Pinem, SH, MH, katanya, tadi pagi.

Menurut Pinem, Kapolda Sumut telah membuat beberapa kebijakan tegas yang sangat bagus untuk pencitraan institusi Polri. Diantaranya, kebijakan dalam penghapusan pungutan liar dan pemberantasan premanisme dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Ajakan untuk melibatkan masyarakat itu dapat dilihat dari beberapa spanduk yang berisi nomor yang dapat dihubungi jika tindakan ilegal tersebut ditemukan. Kapolda Sumut juga menyiapkan nomor khusus yang siap 24 jam menerima pengaduan masyarakat mengenai perilaku anggota Polri yang dianggap tidak baik.

Di satu sisi, kebijakan Kapolda itu bagus untuk membangun kepercayaan masyarakat (trust building) terhadap institusi Polri yang direncanakannya dapat terealisasi pada tahun 2010. Namun di sisi lain, justru menimbulkan “masalah” bagi sekelompok orang, termasuk di lingkungan internal Polda Sumut dan Poltabes Medan yang merasa “lahan pendapatannya” terganggu sehingga berupaya mencari cara “menjatuhkan” Irjen Nanan. Salah satu cara itu adalah “membiarkan” terjadinya aksi anarkis pendukung Protap sehingga pihak kepolisian terkesan lemah dalam melakukan pengamanan yang berujung pada jatuhnya citra Kapolda Sumut.

Pihaknya mengharapkan Mabes Polri untuk tidak terlalu cepat mencopot Kapolda Sumut Irjen Pol Nanan Soekarna tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Jika itu dilakukan, dikhawatirkan terjadi “sindrom psikologis” terhadap Polri ke depan, katanya.

Ketua Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan pernah menyatakan Irjen Pol Nanan Sukarna merupakan calon pemimpin Polri (Kapori, red) masa depan. Pernyataan itu disampaikan pada malam pisah sambut Kapolda Sumut dari Irjen Pol Nurudin Usman di Medan pada 30 Agustus 2008.

Menurut Trimedya, jabatan Kapolri umumnya dijabat oleh perwira yang pernah meraih gelar Adhymakayasa atau lulusan terbaik Akademi Kepolisian sebagaimana sosok Jenderal Pol Sutanto yang juga pernah meraih gelar itu pada tahun 1973 dan Nanan yang menerimanya tahun 1978.

Sementara itu, calon anggota DPR RI Partai Golkar, Meutya Hafid, menilai jika memang Polri sudah menemukan bukti-bukti kelalaian yang dilakukan jajaran Polda dan Poltabes. tentu ini langkah tegas yang perlu disaluti.

Namun yang utama adalah tetap pada proses hukum para pelaku dan tokoh yang berada dibelakang aksi itu. “Untuk menilai apakah Pemerintah sudah menangani kasus ini dengan berhadil atau sebaliknya, kita perlu melihat dan menunggu bagaimana para tersangka akan diproses, Meutya menegaskan, tadi pagi.

Sumber: Waspada (link: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=66248&Itemid=27&mosmsg=Komentar+telah+disimpan%21+Apabila+komentar+tidak+berhubungan+dengan+topik+akan+segera+dihapus.)

Iklan
One Comment leave one →
  1. Situmporang permalink
    September 8, 2010 3:16 pm

    Usut tuntas semua antek2nya jg\.\.\.\. datangi rumah ELRIZO dia tukang meniduri anak keci;l di bawah umur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: