Skip to content

Daya Serap Anggaran Aceh Terburuk Kedua Se-Indonesia

Januari 31, 2009

Serambi Indonesia, 17 januari 2009

Daya serap anggaran Pemerintah Aceh pada tahun 2008 yang kurang dari 40 persen, merupakan nomor dua terburuk alias terendah se-Indonesia. Provinsi paling “corot” adalah tetangga Aceh, yakni Sumatera Utara dengan penyerapan anggaran kurang dari 30 persen. Posisi ketiga adalah Kalimantan Timur dengan daya serap hampir mencapai 50 persen.
Data mengenai grafik penyerapan anggaran pemerintah di seluruh provinsi pada tahun anggaran 2008 yang barusan dipublikasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu, secara kasat mata memperlihatkan posisi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Kalimantan Timur (Kaltim) sangat rendah penyerapannya.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution, Kamis (15/1) di Jakarta mengatakan, rata-rata penyerapan anggaran pemerintah di seluruh Indonesia pada 2008 berkisar antara 60 sampai 70 persen. Menurutnya, hanya empat provinsi yang dapat menyerap 80 persen anggaran untuk keperluan pembangunan, yakni Sulawesi Selatan, Papua, Sulawesi Utara, dan Provinsi Lampung.

Dana pemerintah provinsi yang tidak terserap itu, lanjut Anwar Nasution, disimpan pada industri perbankan, terutama di BPD setempat dan di bank-bank negara. “Pada gilirannya, bank-bank tersebut mendaur ulang kembali dana daerah itu untuk membeli surat utang negara (SUN) yang dikeluarkan pemerintah guna menutup defisit APBN,” ujar Anwar Nasution.

Ia memperlihatkan tren kenaikan jumlah dana pemerintah provinsi yang ditempatkan di sektor perbankan periode 2003-2008 hingga mencapai Rp 100.6 triliun pada Mei 2008.

Anwar Nasution mempersoalkan jadwal waktu (timing) pengeluaran belanja pemerintah pusat dan realisasi transfer dana perimbangan dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi periode 2005-2008. “Realisasi pengeluaran anggaran menumpuk menjelang kuartal keempat tahun anggaran, terutama pada bulan Desember. Kuartal terakhir tahun anggaran itu sekaligus bertepatan dengan awal dan pertengahan musim hujan,” ujar Anwar.

Disebutkan, realisasi anggaran yang terkonsentrasi pada kuartal keempat tahun anggaran seperti itul tidak akan banyak dampaknya bagi pemulihan kegiatan ekonomi maupun bagi pembangunan nasional. Anwar mengakui pembangunan infrastruktur sulit dilakukan pada saat musim hujan. Efektivitas, efisiensi, penghematan pengadaan barang dan jasa, belanja modal, dan belanja sosial oleh pemerintah juga akan sangat terganggu jika dilakukan dalam jangka waktu singkat, sehingga menumpuk pada akhir tahun.

“Dalam keadaan seperti ini mucullah kemungkinan rekayasa dalam hal pengadaan barang dan jasa pemerintah, pembukaan rekening antara (ascrow account), dan rekening liar untuk menyimpan anggaran yang belum digunakan serta kemungkinan pembuatan pertanggungjawaban fiktif,” ujar Anwar Nasution lagi.

Ketua BPK itu juga mengatakan, konflik politik antara DPRD dan pemerintah provinsi, kabupaten/kota maupun di antara kalangan DPRD sendiri ikut memengaruhi pengesahan APBD. Pada 2007 hanya 5 persen dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang mengesahkan APBD tepat waktu, sebelum masuk tahun anggaran baru dan sebanyak 47 persen mengesahkannya pada bulan Maret atau April tahun anggaran berjalan.

Pada 2006, sebut Anwar, ada dua daerah baru mengesahkan APBD-nya pada dua bulan sebelum berakhirnya tahun anggaran. Pada 2008, 27 persen dari APBD provinsi dusah disahkan tepat waktu, 46 persen pada Januari 2008, dan tiga persen pada Juni 2008.

Rendahnya penyerapan anggaran Provinsi Aceh sebelumnya mendapat sorotan dan kritikan dari berbagai kalangan. Ketua Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR/DPD RI asal Aceh, Dr Ahmad Farhan Hamid melukiskan keadaan itu dengan mengatakan rakyat tidak mampu menikmati kesejahteraannya di tengah limpahan dana. (fik)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: