Skip to content

Adam Malik Agen CIA?

November 24, 2008

Isu terbaru terkait Tokoh Nasional kita adalah tentang Adam Malik, mantan Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yang disebutkan sebagai Agen CIA oleh Tim Weiner di dalam bukunya yang berjudul Membongkar Kegagalan CIA. Judul asli buku ini adalah Legacy of Ashes: The History of the CIA, terbit tahun 2007 (donlod di sini). Berbagai komentar berdatangan, seperti Wapres Yusuf Kalla dan Asvi Warman Adam. Berikut beberapa komentar tersebut.

Wapres: Tak Mungkin Adam Malik Agen CIA

JAKARTA, RABU – Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyatakan tidak percaya dan tidak mungkin mantan Wapres (alm) Adam Malik menjadi agen CIA (Agen Rahasia Amerika Serikat) sebagaimana yang ditulis dalam buku “Membongkar Kegagalan CIA”.

“Pertama, sebagai Wapres saya menyesalkan penulisan buku itu. Saya tidak bisa percaya dan tidak mungkin Pak Adam Malik itu menjadi apa yang ditulis itu (agen CIA),” kata Wapres Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan seusai menerima Pangeran Phillipe dari Kerajaan Belgia di Istana Wapres Jakarta, Senin (24/11).

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam buku yang dikeluarkan oleh The New York Time karya Tim Wiener “Membongkar Kegagalan CIA” nama Adam Malik disebut-sebut sebagai salah seorang agen spionase CIA di Indonesia.

Wapres menjelaskan bahwa Almarhum Adam Malik merupakan orang yang pandai bergaul sehingga bisa saja mempunyai banyak teman diplomat termasuk diplomat dari Amerika Serikat. Namun, tambah Wapres, setidaknya ada dua alasan kenapa ia yakin Almarhum Adam Malik tidak seperti yang dituliskan itu. “Pertama, basis politik Pak Adam Malik tidak sama dengan kepentingan Amerika Serikat. Pemikiran beliau lebih kepada pemikiran sosialis. Adam Malik kan pendiri Partai Murba. Jadi tidak mungkin menjadi agensi CIA,” kata Wapres.

Kedua, tambah Wapres, walau apa yang dituliskan itu sebelum beliau menjadi wapres, namun sulit untuk bisa memahami hal itu terjadi. Adam Malik, tambah Wapres, mempunyai banyak teman. “Pak Adam Malik tidak seperti itu, karena alasan kepribadian dan alasan pemikiran politiknya. Beliau pendiri Partai Murba. Mana mungkin orang Murba jadi agen CIA. Mana orang Amerika percaya. Saya yakin tidak seperti itu,” tegas Wapres.

Mengenai buku tersebut, Wapres mengatakan akan mempelajarinya lebih lanjut dan jika perlu akan meminta pertanggungjawaban dari penulisnya.

Sumber: Kompas.

———————————————————————————

Asvi Warman: Adam Malik Agen CIA Itu Fitnah

Jakarta – Buku karya Tim Weiner, wartawan koran The New York Times, berjudul Legacy of Ashes, the History of CIA yang tersedia di toko buku dengan judul Membongkar Kegagalan CIA, menuliskan mantan Wakil Presiden Adam Malik merupakan agen CIA. Pernyataan itu dinilai hanya fitnah.

“Itu menurut saya fitnah. Tuduhan yang tidak bisa dibuktikan karena hanya satu orang yang memberikan pernyataan itu yaitu Clyde McAvoy (pejabat tinggi CIA),” ujar sejarahwan LIPI Asvi Warman Adam kepada detikcom, Minggu (23/11/2008).

Asvi mengaku sudah membaca buku itu begitu terbit sebulan lalu. Di dalamnya tertulis bahwa petinggi CIA Clyde McAvoy yang diwawancarai Tim Weiner pada 2005, mengaku telah merekrut dan mengontrol Adam Malik. McAvoy bertemu Adam Malik tahun 1964. Menurut Asvi, pernyataan McAvoy dalam buku itu hanya pernyataan tunggal dari orang yang mempunyai kepentingan. Sumber lain tidak pernah menyatakan hal seperti itu.

“Dia saja yang menyatakan itu yang rekrut dia, terus dia lapor ke atasannya. Nggak ada bukti dia rekrut Adam Malik sebagai agen CIA. Dia bilang gitu ke atasannya supaya dianggap berhasil saja,” katanya.
Di dalam buku itu juga dijelaskan bahwa CIA memberikan US$ 10 ribu untuk mendukung peran serta Adam Malik memberantas Gestapu.

Asvi mengatakan, pemberian bantuan US$10.000 untuk membiayai aksi pengganyangan Gestapu itu memang benar. Malah tidak hanya uang, AS juga memberikan bantuan senjata. “Soal uang itu memang juga disebutkan Rp 50 juta dari AS. Ada datanya di sumber lainnya. Itu memang disalurkan melalui Adam Malik tapi tidak berarti dia (Adam) dianggap agen CIA,” tegasnya.

Asvi menjelaskan, perekrutan agen CIA itu bersifat rahasia dan misterius. Sulit untuk dibuktikan definisi agen CIA itu bagaimana. Adam Malik merupakan wartawan dan pernah menjabat Dubes Moskow. Adam Malik yang juga merupakan pahlawan nasional dan mantan wapres, bisa mempunyai hubungan dari mana saja. “Hubungannya sangat luas. Belum ada bukti lain yang menyatakan Adam Malik itu agen CIA. Jaringannya luas kiri kanan,” imbuhnya.(gus/nrl)

Sumber: Detiknews.

—————————————————————————-

Budiarto Shambazy: Clyde McAvoy Ngawur

Jakarta – Perwira CIA Clyde McAvoy mengaku telah merekrut Adam Malik menjadi agen CIA. Pernyataan McAvoy itu tertulis dalam buku karya Tim Weiner, jurnalis The New York Times. Pengakuan ini dinilai ngawur.

Budiarto Shambazy, penulis kata pengantar dalam buku yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berjudul ‘Membongkar Kegagalan CIA’ menilai pernyataan McAvoy itu ngawur. Petinggi itu tidak memilik data yang bisa membuktikan Adam Malik, mantan Wakil Presiden era Soeharto adalah intel Amerika Serikat (AS).

“Dia (McAvoy) itu ngawur. Saya nggak percaya. Masak ada orang mengungkapkan agen rahasia. Itu paling terkutuk dalam bidang intelegen. Itu bisa dituntut ke pengadilan,” kata Budiarto saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/11/2008).

Budiarto juga mengatakan, pernyataan McAvoy itu hanya mencari sensasi. “Dia mau menyombongkan diri, sensasional. Seolah-olah bisa merekrut orang top di Indonesia. Kalau Weiner, saya kira tidak ada maksud lain kecuali menunjukkan kegagalan-kegagalan CIA,” lanjutnya.

Menurut Budiarto, persoalan buku tersebut bukan pada penyebutan Adam Malik sebagai agen CIA, melainkan pada sejumlah uang yang diterima Adam Malik. Dia mengatakan, uang sebesar US$10 ribu itu bukan diberikan oleh CIA tapi oleh Kedutaan Amerika kepada Kap-Gestapu, organisasi yang getol mengganyang PKI pada masa itu.

“Karena duit itu, Adam Malik kan jadi seperti disuap. Padahal nggak. Saat itu yang diberi bantuan bukan cuma organisasi itu saja, tapi banyak. Jumlahnya juga lebih besar dari yang diterima Kap-Gestapu,” katanya.

Meski begitu, Budiarto berharap buku tersebut tidak ditarik oleh Kejagung. “Jangan ditariklah. Buku itu kan bagus. Nanti yang rugi kita sendiri karena bisa dituduh tidak memihak pada kebebasan pers,” lanjutnya.(ken/iy)

Sumber: Detinews.

———————————————————————–

Menhan: Tak Usah Digubris

Jakarta – Buku ‘Membongkar Kegagalan CIA’ menjadi kontroversi, setelah menyebut mantan almarhum Adam Malik sebagai agen CIA. Namun, banyak buku sejarah dan politik tentang Indonesia hanya spekulasi dan dugaan saja.

“Terlalu banyak buku dan artikel tentang kejadian politik di Indonesia pada 45-47 tahun lalu. Bagian terbesar adalah spekulasi dan dugaan saja,” kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono melalui pesan singkatnya kepada detikcom di Jakarta, Senin (24/11/2008) siang.

Hal itu disampaikan Juwono Sudarsono terkait buku ‘Legacy of Ashes the History of CIA’ atau yang di Indonesia diberi judul ‘Membongkar Kegagalan CIA’ yang ditulis wartawan the New York Times, Tim Weiner. Menurut Juwono sudah banyak yang menulis seputar sejarah dan politik pemberantasan gerakan komunisme di Indonesia, termasuk keterlibatan CIA dan sebagainya.

“Jadi sulit diverifikasi, apalagi tentang CIA. Tidak usah digubrislah intinya,” jelas Juwono singkat.

Seperti diberitakan, di dalam buku ‘Membongkar Kegagalan CIA’ tersebut, khususnya halaman 330 disebutkan Adam Malik yang saat itu menjabat Duta Besar RI di Moscow didekati agen senior CIA Clyde McAvoy. Adam Malik merupakan pejabat tertinggi negara Indonesia yang direkrut oleh agen intelijen AS itu.

Sumber: Detiknews.

——————————————————————-

Agung Laksono: Buku Soal CIA Karya Tim Weiner Perlu Dikaji

JAKARTA, SENIN — Buku Membongkar Kegagalan CIA karya Tim Weiner, menimbulkan sejumlah argumen di dalam negeri. Buku tersebut menyebutkan mantan Wakil Presiden, Adam Malik, sebagai agen rahasia CIA di Indonesia. Sejumlah orang mengatakan buku itu sumir karena hanya berdasar atas wawancara dengan pejabat tinggi CIA, Clyde McAvoy.

Sejarawan juga mengatakan buku ini dapat mengacaukan sejarah di Indonesia. Ketua DPR RI, Agung Laksono pun angkat bicara. Dia menilai seharusnya buku ini memerlukan kajian lebih dalam, apalagi, Adam Malik sudah meninggal sejak September 1984.

“Makanya, klo bikin buku jangan macem-macem! Sebaiknya, sebelum buku beredar pihak Pemerintah melalui lembaga yang bertanggung jawab untuk melakukan langkah-langkah preventif,” ujar Agung usai memimpin rapat paripurna pembukaan masa sidang II di DPR, Senin (24/11).

Saat ditemui pada kesempatan yang sama, politikus dari Partai Golkar Yudy Crisnandi, menuturkan mungkin saja ada yang menyalahartikan kedekatan Adam Malik dengan pihak Amerika Serikat. “Logikanya, setiap diplomat itu selalu memiliki hubungan dengan pihak asing, khususnya dengan pejabat AS. Bisa saja hubungan komunikasi yang intens itu dianggap sebagai spionase yang dirancang oleh AS,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, masyarakat tidak bisa membedakan apakah para diplomat ini mengerjakan tugas diplomatik atau menjalankan misi spionase. “Sehingga sangat mungkin, ini kan dugaan, kalau pejabat-pejabat tertentu memiliki hubungan dengan kedutaan AS dimanfaatkan sebagai informan bagi kegiatan dan kepentingan spionase AS,” ujarnya.

Sumber: Kompas.

Iklan
8 Komentar leave one →
  1. November 25, 2008 2:45 pm

    wah ternyata tekuak juga ini cerita, padahal saya kemarin pas jalan ke toko Gramedia. Sudah melihat buku itu, namun tidak sempat membaca sinopsisnya.

    Eh ternyata, Adam Malik juga ada di dalamnya.

  2. November 25, 2008 5:15 pm

    Terlepas benar tidaknya, hanya alm. lah yang tahu pasti, Jusuf Kalla tidak tahu pasti, demikian juga tokoh lain yang menyatakan ‘tidak mungkin’ Adam Malik sempat jadi anggota CIA.
    Seandainya benar beliau anggota CIA, lantas kenapa?Itu kan masa lalu, apalagi dulu memang jaman serba tak jelas, Indonesia terombang-ambing antara kapitalis dan sosialis komunis, jelas saja agen2 dari kedua ideologi saling rekrut, tidak saja di Indonesia, juga di negara lain.
    Kan masih mending punya wapres mantan CIA, daripada mantan KGB.

  3. jalidu permalink
    November 26, 2008 5:16 am

    Di Amerika arsip yang berhubungan dengan CIA kalo sudah lewat akan di beberkan semua kalo Adam Malik disebut-sebut jadi agen kenapa harus sewot, anggap saja bagian sejarah, dan kesimpulannya ternyata di Indonesia ini banyak penghianat bangsa terutama pejabat tingginya yang sok alim tapi …………..

  4. November 26, 2008 7:50 am

    saya setuju dengan Oom Jalidu, dengan catatan:

    harus ada penelitian kembali environment pada masa Sukarno dan suharto itu, bagaimana peran Pak Adam Malik di pemerintahan. kumpulkan hal-hal yang relevan mengena perpolitikan beliau (kalau ga salah dia dulu anggota PSi atau Murba, saya lupa). jaman itu, kedua partai itu di”cap” sebagai anthek kapitallis atau Amerika (benar tidaknya wallahualam).
    tangkisan atas “tuduhan” mesthinya juga tidak mudah. oleh karena itu jangan menangkis hanya dari segi “penilaian dari luar”. yang tahu bahwa Adam Malik AGEN atau BUKAN yan hanya beliau sendiri.
    Kalau saja beliau masih hidup, mungkin bisa dilakukan “penyelidikan” atau “penyidikan”, sayang beliau sudah wafat.
    Oleh karena itu, apakah beliau agen atau bukan, biarkanlah Pak Adam Malik istirahat dengan tenang.

  5. syukriy permalink*
    November 28, 2008 9:43 am

    Tadi pagi saya baca Kompas. Di situ mantan Presiden RI B.J. Habibie bilang ndak usah repot-repot dengan masa lalu. Saya kadi berpikir begini: Adakalanya orang lain memang mengungkit-ungkit masa lalu kita untuk mencari keuntungan pribadi, seperti popularitas, uang, atau kedudukan…
    – Kelemahan kita menjadi rejeki orang lain…
    – Kesalahan kita menjadi jalan bagi “kebaikan” orang lain…

  6. anak_sholeh permalink
    November 28, 2008 5:36 pm

    gwe aja 10 tahun jadi agen kgb, kagak ribut2,nyantai aja choi…

  7. kukuh permalink
    April 14, 2012 11:03 pm

    wah.. baru tau kalo banyak pejabat negara ini (sedari dulunya) double job… yah jadi kacung kapitalis (menjual semua kekayaan negara : gak ada itu UUD 45 pernah diterapkan untuk kesejahteraan rakyat) dan menjadi koruptor buat keluarga, handai taulan dan sanak famili serta kerabat konco kentelnya… haaah emang kalo mrk itu (yg kasih koment ngeyakinin ‘bukan agen’ dan ’emang agen’ cia) tau kalo pak alm.AM ini dulunya ngapain aja (lha anak nya alm sendiri saja gak tau) koq ‘pinter2nya’ bantah tanpa data… tulis dong buku biar jadi bantahan yang akademik dikit.. minimal ada dokumentasinya bukan cangkem aja yg bicara (maaf, ini dari sudut pandang rakyat yg ‘bodoh’ dan terlalu lama ‘dibodohi’ oleh pejabat yg dobel job).

Trackbacks

  1. Mantan Wapres Adam Malik Agen CIA? «

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: