Skip to content

Lepas Jaket, Waspada Gaya Kejaksaan

Oktober 29, 2008

Kompas, Rabu, 29 Oktober 2008

Sepekan terakhir, pengendara sepeda motor dan pejalan kaki harus siap-siap membuka jaket saat masuk gerbang Kejaksaan Agung. Bukan karena udara di halaman kejaksaan menyengat sehingga kalau mengenakan jaket akan kegerahan, tetapi memang ada aturan baru. Petugas Keamanan Dalam Kejagung akan menyapa pengendara sepeda motor atau pejalan kaki yang masuk, lalu meminta minggir. ”Tolong jaketnya dilepas,” kata mereka.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung M Jasman Panjaitan saat dimintai konfirmasi, Senin (27/10), mengatakan, sebenarnya sudah ada prosedur dan ketetapan yang berkaitan dengan keamanan di Kejagung, khususnya berkaitan dengan pemeriksaan mobil dan lepas-melepas jaket itu. ”Namun, itu melihat kondisi juga. Kalau kondisi sekarang, bisa diberlakukan aturan itu,” katanya.

Kewaspadaan

Jasman mengakui, akhir-akhir ini kejaksaan meningkatkan kewaspadaan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Apalagi, sebelum dan setelah pengumuman waktu eksekusi tiga terpidana mati perkara terorisme dalam peledakan bom di Bali tahun 2002, yakni Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Gufron. ”Ya, ada sedikit lebih hati-hati,” katanya.

Pada Jumat (24/10) lalu, Jasman menyampaikan rencana eksekusi Amrozi dkk, yang akan dilaksanakan pada awal November 2008. Jumpa pers yang dihadiri 200-an wartawan media di Indonesia dan asing itu digelar di Sasana Pradana Kejagung yang berada di Gedung Utama Kejagung.

Berbeda dari biasanya, wartawan yang akan masuk ke Gedung Utama harus melewati pemindai logam (metal detector). Tas wartawan juga diperiksa petugas keamanan. Bahkan, Jumat lalu, 20-an polisi menjaga Kejagung.

Pekan lalu, saat aturan melepas jaket itu diberlakukan untuk pertama kali, tak hanya tamu kejaksaan atau wartawan yang biasa meliput di kejaksaan yang terkaget-kaget. Pegawai kejaksaan yang naik sepeda motor pun terheran-heran.

Saat petugas keamanan menyuruh pengendara sepeda motor minggir untuk melepas jaket, ada pegawai kejaksaan yang hanya diam dan mematung di sepeda motornya. Rupanya, ia tengah mencerna perintah yang baru kali ini didengarnya.

”Enggak tahu nih, enggak ada pengumuman apa-apa kok tahu-tahu disuruh lepas jaket. Ada apa yah?” tanya pegawai kejaksaan itu.

Di dekat gerbang Kejagung juga dipasang papan putih dengan tulisan hitam, yang meminta mobil membuka kaca jendela. Tujuannya, sih, agar memudahkan pemeriksaan karena di dekat pos keamanan ada kamera yang memungkinkan petugas keamanan mengecek pengendara mobil yang masuk lingkungan Kejagung.

Namun, tak semua pengendara mobil bersedia membuka kaca jendela mereka. Pengamatan Kompas, sebagian besar pengendara mobil yang tak mau membuka kaca jendela mobilnya adalah yang berseragam kejaksaan. Mungkin sudah merasa menjadi tuan rumah sehingga tak merasa perlu mengikuti aturan.

Apakah lepas-melepas jaket itu menjamin keamanan di dalam lingkungan Kejagung? ”Biasa saja. Saya malah penasaran, pengendara mobil disuruh copot jaket juga enggak ya?” kata seorang pegawai Kejagung, sambil tersenyum. (Dewi Indriastuti)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: