Skip to content

Seputar kepulangan Hasan Tiro

Oktober 11, 2008

Pengantar: Berita tentang kepulangan Hasan Tiro (deklarator dan pemimpin tertinggi GAM yang selama ini bermukin di Swedia) menghiasi halaman utama beberapa media lokal dan nasional beberapa hari terakhir ini. Berikut saya tampilkan beberapa berita dan tulisan terkait dengan kepulangan tokoh yang diingini menjadi Wali Nanggroe di Aceh.

=================================================

Aceh Kita, Sabtu, 11 Oktober 2008, 00:44 WIB

Hasan Tiro Kirim Salam untuk Yudhoyono-Kalla

Selangor, acehkita.com. Kendati menolak undangan Pemerintah Indonesia agar terlebih dahulu mampir di Jakarta sebelum bertolak ke Aceh, Pemimpin Tertinggi Gerakan Aceh Merdeka Hasan Muhammad di Tiro mengirimkan salah khusus kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kemarin, Hasan Tiro menerima Juru Runding Pemerintah Indonesia Farid Husain. Usai bertemu itu, Hasan Tiro menyampaikan salam hangat kepada dua pemimpin Pemerintah Indonesia itu. Selain Farid, hadir dalam pertemuan itu Direktur Interpeace Indonesia-Aceh Juha Christensen, staf Menteri Kesehatan RI Mulya Hasymi (yang putra Aceh). Di pihak GAM, Hasan Tiro ditemani oleh Zaini Abdullah, Zakaria Saman, dan Muzakkir Abdul Hamid, Mereka bertemu di hotel Concorde, Shan Alam, Selangor Malaysia. Sejak tiba di Malaysia dari Swedia pada 4 Oktober lalu, Hasan Tiro dan rombongan menginap di hotal ini.

Saat bertemu dengan Hasan Tiro di kamar 1504, Farid menyampaikan salam dari Presiden Yudhoyono dan Wapres Kalla. Muzakkir Abdul Hamid menggambarkan bahwa Hasan Tiro menunjukkan ekspresi gembira saat menerima salam dari dua pemimpin Indonesia itu. “Dengan wajah gembira, wali bilang thank you,” kata Muzakkir, ajudan khusus Hasan Tiro.

Juha Christensen, sebut Muzakkir, menginformasikan kepada Hasan Tiro bahwa Presiden Martti Ahtisaari memperoleh penghargaan Noberl Perdamaian atas upaya kerasnya menyelesaikan berbagai konflik internasional selama tiga dekade ini. “Wali langsung bilang, dia pantas mendapatkannya,” kata Muzakkir. [dzie] : Ucok

==========================================

Serambi Indonesia, 10/10/2008 08:46 WIB
Adnan Beuransyah: Jangan Teriakkan Kata ’Merdeka‘

BANDA ACEH – Juru Bicara Panitia Kedatangan Hasan Tiro dari pihak Komite Peralihan Aceh (KPA), Drs Adnan Beuransyah, mengharapkan massa yang mulai ramai mengalir ke Banda Aceh menyongsong ketibaan Tgk Hasan Tiro, hendaknya tidak melakukan tindakan yang bisa memicu persoalan, seperti meneriakkan slogan kata “merdeka”.

Karena terbawa emosi, kata Adnan, kata itu bisa saja terucap. “Nah, karena itu, sejak awal kita wanti-wanti, jangan sampai diucapkan, apalagi diteriakkan. Kita tidak ingin terjadi yang seperti itu. Karena, kepulangan Wali adalah dalam rangka perdamaian Aceh. Jadi, kami sangat berharap agar massa bisa memahaminya,” kata Adnan kepada wartawan di Media Center Dinas Infokom, Kamis (9/10) sore.

Diakuinya, sejak kemarin pagi masyarakat Aceh maupun anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) dilaporkan mulai bergerak menuju Banda Aceh. Sebagian dari anggota KPA dari berbagai daerah malah sudah tiba di Banda Aceh. Menurut Adnan, dari laporan yang ia terima kemarin, massa dari berbagai wilayah di Aceh juga telah bersiap-siap menuju ke Banda Aceh. “Laporan yang kami terima massa malah sudah mulai bergerak ke Banda Aceh. Diperkirakan akan ada jutaan orang,” katanya.

Karena jumlah massa yang besar itu, pihaknya meminta agar massa tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ketertiban umum serta tidak menujukkan sikap anarkis selama acara berlangsung. Salah satunya, itu tadi, jangan meneriakkan kata “merdeka”. Kepada seluruh panglima sagoe wilayah dia minta untuk mengondisikan dan mengendalikan massa dari daerahnya masing-masing.

Menurut Adnan, massa yang datang ke Banda Aceh akan ditempatkan di tiga titik lokasi. Yakni, Kompleks Taman Budaya, Kompleks PKA (Taman Ratu Safiatuddin), dan Kopelma Darussalam. Massa juga tidak diizinkan bergerak ke Masjid Raya sebelum hari “H”, karena dikhawatirkan mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban umum.

Ruas jalan ditutup

Sementara itu, beberapa ruas jalan yang dilalui oleh delagasi Hasan Tiro akan ditutup. Menurut Kabid Perhubungan Darat Dishubkomintel Provinsi Aceh, Aulia Amri, ada dua ruas jalan yang tidak bisa dilewati masyarakat, karena akan dilalui oleh rombongan. Yakni, Jalan T Mudawali (depan rumah dinas Wagub) dan Jalan T Cut Ali (belakang Masjid Raya Baiturrahman). Kedua jalur ini akan dilalui delegasi yang bertolak dari pendapa menuju Masjid Raya, tempat acara puncak digelar.

“Tapi kedua jalur ini akan dibuka kembali setelah rombongan tiba di Masjid Raya Baiturrahman,” katanya. Sedangkan masyarakat yang datang ke Masjid Raya, pihaknya menyediakan area parkir di kawasan eks gedung Geunta Plaza dan di depan Balai Kota.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura, H Safrizal mengatakan, segala sesuatu hal yang berkaitan dengan prosesi penyambutan di bandara telah dilakukan secara matang. Termasuk mengantisipasi terjadinya ada jadwal penerbangan yang sama dengan jadwal ketibaan rombongan, terutama penerbangan lewat jalur domestik.

Mengenai hal ini, kata dia, pihak bandara sudah melakukan koordinasi agar tidak ada pesawat yang mendarat secara bersamaan di Bandara SIM sebelum pesawat rombongan Hasan Tiro tiba. Pihak KPA, kata dia, juga sudah meminta izin untuk memarkirkan belasan mobil dan bus dalam area bandara untuk transportasi rombongan menuju Pendapa Gubernur.

Dia juga menyebutkan, bagi masyarakat yang ingin melihat kedatangan rombongan diharapkan tidak mamaksakan dirinya, apalagi mendekat ke area batas penerbangan. “Sebab, kondisi bandara saat ini sedang mengalami perbaikan,” katanya. (sar)

===========================================
Waspada, Friday, 10 October 2008 22:10 WIB
Warga Aceh senang Hasan Tiro pulang

BANDA ACEH – Sejumlah masyarakat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menyatakan rasa senang akan kepulangan mantan pemimpin tertinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Hasan Tiro ke kampung halamannya pada 11 Oktober mendatang.

“Saya senang Hasan Tiro pulang karena kedatangannya membawa perubahan bagi masyarakat dan diharapkan bisa membawa perdamaian abadi di bumi Serambi Makkah,” kata Maryanti, salah seorang aktivis di Banda Aceh, Jumat (10/10).

Hal senada diungkapkan Marwan, tukang becak di Banda Aceh. Ia mengharapkan kepulangan Hasan Tiro ke Aceh dapat membawa angin segar dan mampu menciptakan perdamaian selamanya setelah perjanjian damai (MoU) Helsinki. “Kalau dengan kedatangan Hasan Tiro damai tetap terjaga, kita juga lebih mudah mencari rejeki karena tidak ada lagi konflik,” tambah Marwan.

Sementara seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Khairuddin mengaku senang karena dapat melihat langsung pendiri GAM sekitar 30 tahun meninggalkan kampung halaman dan hidup di pengasingan serta menjadi warga negara Swedia.

Kepulangan Hasan Tiro ke Aceh menurut dia merupakan momen langka bagi masyarakat terutama kalangan mantan GAM yang sangat ingin bertemu pemimpin mereka yang dianggap sebagai Wali Nanggroe. Hasan Tiro akan pulang ke Aceh pada 11 Oktober 2008 karena keinginannya sendiri setelah sekian lama hidup di luar negeri untuk bersilaturrahmi dengan sanak keluarga dan masyarakat Aceh.

Kepulangannya yang difasilitasi protokoler karena dianggap sebagai tamu daerah juga disambut ribuan warga dari seluruh Aceh yang mulai berdatangan ke Banda Aceh sejak Kamis (9/10) malam. Selama di Aceh Hasan Tiro akan bertemu masyarakat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan ke Kabupaten Pidie, tempat kelahirannya untuk bertemu dengan keluarga. (fjr/ann)

=====================================

Aceh Kita, Jumat, 10 Oktober 2008, 19:49 WIB
Ribuan Massa Berdatangan ke Banda Aceh

Banda Aceh, aceh kita.com. Massa dari berbagai kabupaten/kota di Aceh terus terus berdatangan ke Banda Aceh untuk melihat sosok pimpinan tertinggi Gerakan Aceh Merdeka Hasan Muhammad di Tiro yang akan tiba di Banda Aceh besok pagi. Rencananya, Hasan Tiro akan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang langsung dari Kuala Lumpur Malaysia. Ribuan warga datang ke Banda Aceh dengan menggunakan bus, truk, mobil pikap, sepeda motor dan mobil pribadi. Sepanjang perjalanan, mereka mengibarkan bendera Partai Aceh, partai yang didirikan mantan anggota GAM.

Sore tadi, massa mulai memasuki Kota Banda Aceh. Akibatnya, sempat memacetkan lalulintas jalan protokol. Massa yang tiba di Banda Aceh menuju Masjid Raya Baiturrahman, sebelum akhirnya berkonvoi ke Taman Ratu Safiatuddin, yang dijadikan tempat konsentrasi massa. Di beberapa titik lampu merah, seperti di Simpang Lima, massa yang mengendarai sepeda motor dan mengibarkan bendera Partai Aceh sempat menerobos lampu merah, sehingga menyebabkan arus lalulintas amburadul. Hasan Tiro akan memberikan pidato di depan Masjid Raya Baiturrahman.

“Kami rindu melihat pimpinan pulang. Sudah lama kami cuma mendengar namanya saja,” kata seorang anggota GAM saat tiba di Banda Aceh.

=====================================
Aceh Kita, Rabu, 8 Oktober 2008, 20:46 WIB
Giliran Ulama Kunjungi Hasan Tiro
Reporter: Yuswardi A. Suud – Selangor

Memasuki hari kelima keberadaannyadi Shah Alam, Selangor, Malaysia, deklarator Gerakan Aceh Merdeka Hasan Tiro masih disibukkan dengan menerima kunjungan berbagai kalangan yang menemui giliran sejumlah ulama mendatangi hotel tempat Hasan Tiro menginap. Mereka adalah Profesor Teungku Muhibuddin Waly, Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Teungku Ali Basyah Kuala Simpang Ulim Teungku Murhaban Bakongan, Teungku Ali Paya Pasi, dan Teungku Murhaban. Rombongan ulama ini tiba di Selangor pada Selasa (7/10) malam. Mereka didampingi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Perdana Menteri GAM Malik Mahmud menyambut kedatangan rombongan ulama ini di lobi hotel. Namun, karena sudah malam, rombongan baru dipertemukan dengan Hasan Tiro tadi siang. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana haru. Bahkan, Profesor Muhibuddin Waly memimpin doa bersama untuk keberlangsungan perdamaian di Aceh.

Selain rombongan ulama, hari ini Hasan Tiro juga menerima Mike Griffith dari Yayasan Leuser Indonesia dan Fauzan Azima, mantan Panglima GAM Wilayah Linge yang kini menjabat Kepala Badan Pelaksana Kawasan Ekosistem Leuser. Dalam pertemuan itu, Mike Griffith dan Fauzan Azima menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menyelamatkan hutan Aceh. Seperti beberapa pertemuan sebelumnya, Hasan Tiro berterima kasih atas semua upaya itu. “Thank you, thank you,” ujarnya.

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. Oktober 11, 2008 9:43 am

    mudah-mudahan membawa rahmat bagi negara aceh, Amin

  2. mukhtar_Madjid, S.Sos,SE,MA permalink
    Oktober 20, 2008 1:31 pm

    dengan dengan kepalangan Wali Aceh mudah mudahan terus aman dan sejahtera dibawah payung MOU Helsinki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: