Kapal boleh baru tapi nahkoda partai politik lokal ini bukanlah sosok asing di ring perpolitikan. Ghazali Abbas Adan, sang inisiator sekaligus ketua umum, merupakan mantan anggota MPR RI. Ghazali juga pernah bertarung dalam perebutan kursi gubernur pada Pilkada Aceh 2006 lalu. Sayangnya, keberhasilan belum berpihak. (lagi…)
Entries categorized as ‘Keuangan Daerah’
PAAS Beranjak Dari Anggaran
November 12, 2009 · 1 Komentar
Kategori: Aceh · Keuangan Daerah · Penganggaran Daerah · politik
Ditandai: Aceh, Ghazali Abbas Adan, PAAS, Parlok, Partai Aceh Aman Seujahtera, partai lokal
Dana Hibah Tidak Sesuai Kebutuhan Masyarakat
November 12, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Sejumlah lembaga masyarakat sipil menilai dana hibah untuk instansi vertikal yang dialokasikan APBD di Aceh tidak sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. (lagi…)
Kategori: Aceh · Keuangan Daerah · Penganggaran Daerah · politik anggaran
Ditandai: apba, apbd, APBK, APBN, Askalani, dana hibah, dprd, GeRak Aceh, instansi vertikal, Kejaksaan Negeri, LSM, Pengadilan Tinggi, Polri, TNI
Polemik Penyusunan Anggaran (Antara Ekonomi Rakyat dan Pejabat)
November 12, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Reformasi1998 tidak hanya membawa perubahan besar dalam lingkup politik Indonesia tetapi juga melanda keuangan, baik keuangan negara maupun daerah. Selama ini sistem keuangan negara menganut asas sentralistik. Hanya ada satu istilah yaitu keuangan negara yang dituangkan dalam APBN. Semua kebutuhan daerah dialirkan dari pusat dengan berbagai program, bantuan atau block grant. Tanpa memedulikan apa sebenarnya yang dibutuhkan, daerah harus menerima apa yang diprogramkan oleh pemerintah pusat. Tidak menjadi perioritas tentang cocok atau tidaknya program tersebut Sehingga tidak mengherankan jika rakyat harus menerima bantuan dari pusat yang keliru. (lagi…)
Kategori: Aceh · Keuangan Daerah · Opini · Penganggaran Daerah
Ditandai: Abdul Hadi Djamal, Abdul Manan Isda, Aceh, Aceh Economic Review, Aliamin, apba, apbd, DPRA, DPRK, F-KAMAR, Forum Koalisi Aksi Masyarakat Aceh Reformasi, jurnal, korupsi, KUA, pejabat daerah, pejabat negara, Permendagri No.13 tahun 2006, Permendagri No.59 tahun 2007, PPAS, rakyat, TAPA, tim anggaran pemerintah Aceh
Problematika Pemekaran dan Prospek Otonomi Daerah
Oktober 26, 2009 · 1 Komentar
“Pemekaran menjadi istilah yang tidak asing dan sering muncul di berbagai wacana akhir-akhir ini. Pemekaran yang sedianya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ternyata di lapangan tidak selalu demikian. Bahkan” saat inipun masyarakat umumnya sudah tahu bahwa ‘moratorium’ atau jeda pemekaran yang sering didengung-dengungkan Pemerintah dan DPR selama ini hanyalah ‘main-main’ atau ‘tipuan belaka’. (lagi…)
Kategori: Keuangan Daerah · Opini · Separatisme · politik · politik anggaran
Ditandai: daerah, Demokrat, DPOD, DPR RI, LIPI, merdeka, otonomi, Partai Golkar, partai politik, pemekaran, politik, Prolegnas, RUU, Tri Ratnawati, UUD 1945
Manifest, Mengungkap Indikasi Perjalanan Dinas Fiktif 22,45 Milyar
Oktober 26, 2009 · 1 Komentar
(Sebuah Cerita dari Pengungkapan Perjalanan Dinas Berindikasi Fiktif di Gorontalo)
Pemeriksaan Belanja Daerah Pemerintah Kota GTO TA 2007 dan 2008 yang dilaksanakan BPK RI Perwakilan Provinsi Gorontalo pada semester II tahun 2008, berhasil mengungkap perjalanan dinas berindikasi fiktif di 2 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yaitu Sekretariat DPRD dan Sekretariat Daerah Kota GTO, sebesar Rp7,5milyar (termuat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Belanja Kota GTO No 16/LHP-PDTT/XIX.GOR/II/2008, dapat diakses di www.bpk.go.id di bagian Hasil Pemeriksaan Semesteran). (lagi…)
Kategori: Keuangan Daerah · blog · korupsi
Ditandai: BPK RI, dprd, fiktif, Gorontalo, kepala daerah, korupsi, LHP, perjalanan dinas, SPJ, SPPD
Miyabi, “Miyabi”, Pejabat Daerah, dan APBD
Oktober 26, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Apa hubungan Miyabi dengan APBD? Hmmm…. sekilas memang… tidak ada! Namun, belakangan ini (entah kenapa) saya mencoba berpikir keras untuk menghubungkannya. Ternyata… ada “benang merah” yang bisa ditelusuri lebih jauh. (lagi…)
Kategori: Keuangan Daerah · Opini · Pengalaman · Penganggaran Daerah · korupsi · politik anggaran
Ditandai: apbd, korupsi, pemda, SILPA, daerah, pejabat, Miyabi, Maria Ozawa, bintang film porno, artis, Jepang, perencanaan anggaran, belanja perilaku, LHP BPK
DPRD dan Penjualan Kendaraan Dinas Operasioal
Oktober 26, 2009 · & Komentar
Oleh: AssetDaerah.
Berbicara tentang penjualan barang milik daerah, biasanya langsung muncul pertanyaan, mengapa barang milik daerah harus dijual? bagaimana mekanisme penjualannya? Siapa saja yang boleh membeli? Apakah Pimpinan dan Anggota DPRD yang terhormat bisa membeli? Dan akhirnya yang dipertanyakan, bagaimana agar bisa membeli kendaraan dinas operasional tersebut? (lagi…)
Kategori: Keuangan Daerah · Penganggaran Daerah · akuntansi pemerintahan · blog · korupsi · politik anggaran
Ditandai: apbd, aset daerah, dinas, dprd, mobil, Operasioal, PAD, Penjualan Kendaraan
Mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian Atas Audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dari BPK
Oktober 26, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh : Bambang Tri Darmawan, SE Ak (Reg. Neg. D-25.446)
Saat ini seluruh Pemerintah Daerah sedang menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) nya Masing-masing. Sebagian Pemerintah daerah karena keterbatasan Sumber Daya Manusia yang paham dengan Akuntansi masih dibantu oleh Tim Supervisi dari BPKP dengan adannya MOU Kerjasama, sebagian lagi telah menarik Auditor dari BPKP untuk ditugaskan menjadi pegawai Daerah, dan sebagian lagi mencoba menyusun laporan keuangan dengan SDM yang ada dan terbatas kemampuannya. (lagi…)
Kategori: Akuntansi Sektor Publik · Keuangan Daerah · Opini · akuntansi pemerintahan
Ditandai: audit, auditing, BPK RI, CALK, Catatan Atas Laporan Keuangan, Laporan Arus Kas, laporan keuangan, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Realisasi Anggaran (LRA), LRA, Neraca, Opini, pemerintah daerah, reviu, sistem pengendalian internal, wajar tanpa pengecualian
Ironi Dispenda
Oktober 20, 2009 · 1 Komentar
Dispenda adalah sebuah SKPD di Pemda yang bertugas memungut pendapatan asli daerah (PAD) berupa pajak dan retribusi. Orang-orang Dispenda menerima setoran pajak dari pengusaha hotel dan restoran dan memungut retribusi dari pedagang di pasar, juru parkir di jalanan, dan pengunjung objek wisata. Namun, ironisnya Dispenda tidak membangun fasilitas-fasilitas yang menghasilkan atau mendukung objek pajak dan retribusi tersebut. (lagi…)
Kategori: Keuangan Daerah · Penganggaran Daerah
Ditandai: apbd, belanja, daerah, Dispenda, KUA, langsug, PAD, Pajak, PPAS, realisasi, Retribusi, target




