Skip to content

Apakah Perbedaan Antara Kabupaten dan Kota?

Februari 1, 2011

Dalam penelitian terkait pemerintahan daerah, baik dalam hal keuangan daerah, politik anggaran, pelayanan publik, investasi pemerintah, perencanaan pembangunan, kebijakan publik, dan isu-isu sosial budaya, sering dimasukkan variabel jenis pemerintahan daerah. Jenis pemerintahan daerah sendiri terdiri dari pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan desa. Khusus untuk dua pemerintahaan yang “selevel”, yakni kabupaten dan kota, sering muncul pertanyaan: Apakah perbedaan di antara Kabupaten dan Kota?

Kabupaten dan kota memiliki beberapa perbedaan karakteristik, di antaranya:

  1. Dari aspek luas wilayah, wilayah pemerintahan daerah kabupaten relatif lebih luas daripada wilayah pemerintahan daerah kota. Oleh karenanya, di wilayah kabupaten banyak terdapat desa tertinggal, sementara untuk menjangkau pemerataan pembangunan di seluruh wilayah dibutuhkan anggaran yang lebih besar.
  2. Dari aspek kependudukan, kepadatan penduduk di kabupaten lebih rendah daripada kota. Kepadatan penduduk menjadi permasalah bagi pemerintah daerah dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan masalah-masalah sosial.
  3. Dari aspek mata pencaharian penduduk, penduduk kabupaten umumnya bergerak di bidang pertanian atau bersifat agraris, sementara penduduk perkotaan bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa. Dalam pembuatan kebijakan pembangunan daerah, prioritas di pemerintah daerah kabupaten akan berbeda dengan pemerintah daerah kota, khususnya dalam hal pelaksanaan urusan pilihan di daerah.[1]
  4. Dari aspek struktur pemerintahan, di wilayah kota dibentuk kecamatan dan kelurahan, sementara di wilayah kabupaten terdapat kecamatan, kelurahan, dan desa atau kampung atau gampong. Kecamatan dan kelurahan merupakan bagian dari pemerintah daerah kabupaten dan kota, yang menyatu dalam hal pembuatan kebijakan dan anggaran dengan pemerintah daerah, sementara Desa merupakan daerah otonom tersendiri di wilayah daerah kabupaten, sehingga memiliki anggaran sendiri,[2] termasuk sumber pendapatan yang dialokasikan dari APBD kabupaten.[3]
  5. Dari aspek sosial budaya, penduduk kota memiliki tingkat pendidikan dan kesehatan yang lebih baik daripada kabupaten. Fasilitas pelayanan publik juga lebih baik di kota daripada di kabupaten.
  6. Dari aspek perekonomian, rata-rata Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kabupaten lebih rendah daripada PDRB kota.[4] PDRB adalah total nilai barang dan jasa yang diproduksi di wilayah (regional) tertentu dalam waktu tertentu (satu tahun), sehingga merupakan salah satu indikator perekonomian suatu daerah. Hal ini berimplikasi pada proporsi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang dapat dipungut oleh pemerintah daerah. Aktivitas ekonomi dan pendapatan (income) di kota juga lebih besar daripada kabupaten (Prud’homme, 1995).*
Keenam kareakteristik di atas tentunya belum mencakup semua pembeda di kedua jenis pemerintahan daerah tersebut. Masih ada beberapa faktor pembeda lain…
Apakah ada Pembaca yang bisa memberi masukan dan saran?

[1] PP No.38/2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota

[2] Anggaran pemerintah desa disebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), yang teknis penyusunannya diatur dalam Permendagri No.37/2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa.

[3] Pasal 1 huruf o UU No.22/1999.

[4] Halim (2002:190).

*Prud’homme, Remy. 1995. The dangers of decentralization. The World Bank Research Observer 10(2): 201-220

About these ads
5 Komentar leave one →
  1. renny permalink
    Februari 14, 2011 3:53 pm

    bagaimana pendapat bapak mengenai kenyataan yang ada sekarang perbedaan antara kabupaten dan kota yang sudah mulai kacau?? misalnya kita lihat, kota jababeka, lippo cikarang yang merupakan kawasan industri malah masuk kategori kabupaten bekasi, sedangkan di pondok gede yang masuk kota bekasi malah masih ditemukan masyarakat yang bertani..

  2. Agustus 6, 2013 5:58 pm

    If some one wishes expert view on the topic of blogging and site-building then i propose him/her to pay a visit
    this web site, Keep up the fastidious job.

  3. nanda sunanda permalink
    Agustus 10, 2014 5:52 am

    coba ditelaah lagi, masyarakat yang bertani yang ada diwilayah pemerintah kota bukan sesuatu yang dilarang sah-sah saja, perbedaan kota dan kabupaten hanya terletak pada pembagian tugas saja, kalau kota wilayah kerjannya lebih kepada daerah sentral ibukotanya kalau Kabupaten lebih kedaerah pinggiran hal itu dimaksudkan untuk mempermudah tugas ke daerahan itu menurut saya………..

  4. September 25, 2014 2:43 pm

    Kenapa kabupaten lebih rendah fasilitas,produk, keamanan dibandingkan dengan kota?

Trackbacks

  1. Where in the world is Bogor? « les ordinaires

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 86 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: