<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kesempatan Membuka Misteri Sebenarnya</title>
	<atom:link href="http://syukriy.wordpress.com/2008/10/11/644/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syukriy.wordpress.com/2008/10/11/644/</link>
	<description>Berbagi Demi Kehidupan yang Lebih Baik</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Nov 2009 11:31:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Muda Bentara</title>
		<link>http://syukriy.wordpress.com/2008/10/11/644/#comment-165</link>
		<dc:creator>Muda Bentara</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 06:58:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syukriy.wordpress.com/?p=644#comment-165</guid>
		<description>welcome mr hasan tiro ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>welcome mr hasan tiro &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rizal</title>
		<link>http://syukriy.wordpress.com/2008/10/11/644/#comment-163</link>
		<dc:creator>Rizal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 10:18:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syukriy.wordpress.com/?p=644#comment-163</guid>
		<description>Dear...
saya adalah ex.perantuan aceh di nusantara (ikut ortu yang merantau) sekarang menetap di Banda aceh, Sebetulnya apa yang diperjuangkan oleh tokoh aceh sebetulnya untuk kelompok mereka sendiri bukan untuk rakyat aceh itu, (sama dengan tokoh nasional di indonesia dalam hal ini kelompok partai)mereka ingin merdeka padahal mereka ingin berkuasa setelah berkuasa mereka dengan leluasa mengkorupsi kekayaan di aceh dengan menaikan pendapatan meraka lewat undang - undang supaya diangap legal, tapi rakyat aceh mah tetap hidup miskin. begitulah sifat orang keturunan Melayu (jawa, melayu, bugis, aceh) hanya mikirin kepentingan kelompok mereka sendiri...
jadi menurutnya lebih baik kita hidup damai berdampingan dengan suku lain di nusantara kita semua dinusantara ini asal-usulnya sama sebagai bangsa Melayu Austronesia... jadi lebih baik orang yang ingin kemerdekan aceh tidak lebih dari pengecut, yang ingin membuat kekacauan di aceh saja.... trus bersembunyi di luar negeri sana... rakyat aceh sekarang ini hanya ingin hidup damai, sejahtera, dan makmur menjadi Entreprenuer/pengusaha bukan politikus busuk makan uang rakyat... orang yang pengen merdeka adalah orang-orang busuk... buat kondisi aceh tidak tentram untuk berbisnis.. saya adalah orang yang ingin rakyat aceh jadi entreprenuer di aceh dan bisa menjadi saudagar... jangan jadi orang pengecut yang bersembunyi di luar negeri sana... klau anda ingin berjaung untuk rakyat aceh ayo datang ke tanah rencong ini bangun aceh bersama... dengan saudara kita yang lain di nusantara.. terutama orang melayu, minangkabau, bugis, dll. jangan jadi pengecut...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear&#8230;<br />
saya adalah ex.perantuan aceh di nusantara (ikut ortu yang merantau) sekarang menetap di Banda aceh, Sebetulnya apa yang diperjuangkan oleh tokoh aceh sebetulnya untuk kelompok mereka sendiri bukan untuk rakyat aceh itu, (sama dengan tokoh nasional di indonesia dalam hal ini kelompok partai)mereka ingin merdeka padahal mereka ingin berkuasa setelah berkuasa mereka dengan leluasa mengkorupsi kekayaan di aceh dengan menaikan pendapatan meraka lewat undang &#8211; undang supaya diangap legal, tapi rakyat aceh mah tetap hidup miskin. begitulah sifat orang keturunan Melayu (jawa, melayu, bugis, aceh) hanya mikirin kepentingan kelompok mereka sendiri&#8230;<br />
jadi menurutnya lebih baik kita hidup damai berdampingan dengan suku lain di nusantara kita semua dinusantara ini asal-usulnya sama sebagai bangsa Melayu Austronesia&#8230; jadi lebih baik orang yang ingin kemerdekan aceh tidak lebih dari pengecut, yang ingin membuat kekacauan di aceh saja&#8230;. trus bersembunyi di luar negeri sana&#8230; rakyat aceh sekarang ini hanya ingin hidup damai, sejahtera, dan makmur menjadi Entreprenuer/pengusaha bukan politikus busuk makan uang rakyat&#8230; orang yang pengen merdeka adalah orang-orang busuk&#8230; buat kondisi aceh tidak tentram untuk berbisnis.. saya adalah orang yang ingin rakyat aceh jadi entreprenuer di aceh dan bisa menjadi saudagar&#8230; jangan jadi orang pengecut yang bersembunyi di luar negeri sana&#8230; klau anda ingin berjaung untuk rakyat aceh ayo datang ke tanah rencong ini bangun aceh bersama&#8230; dengan saudara kita yang lain di nusantara.. terutama orang melayu, minangkabau, bugis, dll. jangan jadi pengecut&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ratupisces</title>
		<link>http://syukriy.wordpress.com/2008/10/11/644/#comment-162</link>
		<dc:creator>Ratupisces</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 10:01:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syukriy.wordpress.com/?p=644#comment-162</guid>
		<description>Walau saya tidak begitu paham dengan wacananya secara keseluruhan, tapi yang terpenting saya hanya bisa berharap agar Aceh bisa damai dan tentram untuk selamanya dalam pangkuan Ibu Pertiwi. Salam kenal mas, btw mampir juga ya di &lt;a href=&quot;http://ratupisces.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;kerajaan&lt;/a&gt; saya ;)) tq...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Walau saya tidak begitu paham dengan wacananya secara keseluruhan, tapi yang terpenting saya hanya bisa berharap agar Aceh bisa damai dan tentram untuk selamanya dalam pangkuan Ibu Pertiwi. Salam kenal mas, btw mampir juga ya di <a href="http://ratupisces.com" rel="nofollow">kerajaan</a> saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ) tq&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ridha</title>
		<link>http://syukriy.wordpress.com/2008/10/11/644/#comment-158</link>
		<dc:creator>ridha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 03:13:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syukriy.wordpress.com/?p=644#comment-158</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Wr. Wb,

Menarik sekali setelah membaca wawancara anda dengan Eddy L. Suheri sbg juru bicara WN, tapi ada wawancara yg menurut saya rancu arti dan maknanya, yaitu ..&quot;Menurut pendapat kami, hampir tak ada suatu nilai tambah bagi terciptanya sebuah perdamaian yang utuh. Malah keadaan yang berlaku di Acheh saat ini tidak dapat dikatakan suatu keadaan damai yang absolut (absolute peace). 
Keadaan di Acheh adalah kondisi damai negatif atau peredaan konflik semata, sedangkan core atau inti konflik belum dialamatkan. Lalu suatu ‘perdamaian’ dipaksakan untuk terwujud agar konflik bersenjata segera usai...&quot; Menurut saya, pernyataan tsb sangat tidak jelas maknanya, kalau yg memberi pernyataan tsb beranggapan seperti itu, apakah dng tetap berperang dan suatu saat, aceh merdeka yg dipimpin oleh pejuang dr AM, kedamaian hakiki tsb bisa dijamin 100%..?????? apakah tidak akan muncul penjajahan kolonial yang baru..?? Malah kalau sampai terjadi, lebih parah daripada penjajahan kolonial pendahulunya, penjajah bangsa aceh sendiri...Na&#039;uzubillahi min zalik...

&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Syukriy:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Wa&#039;alaikumsalam wr wb.
Terima kasih atas kujnjungannya, bung Ridha. Blog-bisnis-nya bagus. Oya, wawancara dimaksud bukan saya yang melakukan. Tulisan ini saya ambil dari Modus Aceh (ada link artikel aslinya di bawah judul).

Interpretasi dan analisis terhadap perkembangan kondisi di Aceh memang sangat beragam. Baik orang Aceh (tinggal, lahir, aau berdarah Aceh) maupun non-Aceh melihatnya dari banyak sudut pandang. Namun, pertanyaan yang paling mendasar adalah: kemerdekaan seperti apa yang diinginkan rakyat Aceh? Untuk pertanyaan ini pun, jawabannya pasti bermacam-macam...
&lt;/em&gt;


</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb,</p>
<p>Menarik sekali setelah membaca wawancara anda dengan Eddy L. Suheri sbg juru bicara WN, tapi ada wawancara yg menurut saya rancu arti dan maknanya, yaitu ..&#8221;Menurut pendapat kami, hampir tak ada suatu nilai tambah bagi terciptanya sebuah perdamaian yang utuh. Malah keadaan yang berlaku di Acheh saat ini tidak dapat dikatakan suatu keadaan damai yang absolut (absolute peace).<br />
Keadaan di Acheh adalah kondisi damai negatif atau peredaan konflik semata, sedangkan core atau inti konflik belum dialamatkan. Lalu suatu ‘perdamaian’ dipaksakan untuk terwujud agar konflik bersenjata segera usai&#8230;&#8221; Menurut saya, pernyataan tsb sangat tidak jelas maknanya, kalau yg memberi pernyataan tsb beranggapan seperti itu, apakah dng tetap berperang dan suatu saat, aceh merdeka yg dipimpin oleh pejuang dr AM, kedamaian hakiki tsb bisa dijamin 100%..?????? apakah tidak akan muncul penjajahan kolonial yang baru..?? Malah kalau sampai terjadi, lebih parah daripada penjajahan kolonial pendahulunya, penjajah bangsa aceh sendiri&#8230;Na&#8217;uzubillahi min zalik&#8230;</p>
<p><strong><em>Syukriy:</em></strong><br />
<em>Wa&#8217;alaikumsalam wr wb.<br />
Terima kasih atas kujnjungannya, bung Ridha. Blog-bisnis-nya bagus. Oya, wawancara dimaksud bukan saya yang melakukan. Tulisan ini saya ambil dari Modus Aceh (ada link artikel aslinya di bawah judul).</p>
<p>Interpretasi dan analisis terhadap perkembangan kondisi di Aceh memang sangat beragam. Baik orang Aceh (tinggal, lahir, aau berdarah Aceh) maupun non-Aceh melihatnya dari banyak sudut pandang. Namun, pertanyaan yang paling mendasar adalah: kemerdekaan seperti apa yang diinginkan rakyat Aceh? Untuk pertanyaan ini pun, jawabannya pasti bermacam-macam&#8230;<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Singal</title>
		<link>http://syukriy.wordpress.com/2008/10/11/644/#comment-157</link>
		<dc:creator>Singal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 01:20:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syukriy.wordpress.com/?p=644#comment-157</guid>
		<description>Merdeka yang bagaimana yang diharapkan?...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Merdeka yang bagaimana yang diharapkan?&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: alex&#174;</title>
		<link>http://syukriy.wordpress.com/2008/10/11/644/#comment-153</link>
		<dc:creator>alex&#174;</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 09:41:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syukriy.wordpress.com/?p=644#comment-153</guid>
		<description>Menarik...

Saya suka dengan penolakan pada pengkultusan sosok seperti yang dinyatakan dalam wawancara tersebut. Couldn&#039;t agree more :)

Tapi... tentang Aceh Merdeka... apa iya kemerdekaan seutuhnya dalam bentuk sebuah negara akan menjamin sepenuhnya kemerdekaan hakiki bagi rakyat Aceh? 

Bagi saya pribadi, kemerdekaan itu ada dalam kebebasan tiap jiwa, tiap individu. Menyerahkan nasib pada sekelompok individu utk mengelola kebebasan itu dalam bentuk sistem pemerintahan, tetap saja bukan kemerdekaan. Tak jauh beda dengan Indonesia juga, atau negara manapun di dunia ini :lol:

Mungkin karena saya cenderung anarchy maka saya pesimis dengan adanya sistem yang demikian :)

&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Syukriy:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;
&lt;em&gt;Salam kenal. Terima kasih atas kunjungan anda ke blog ini, bung Alex. (Tapi, situs anda tidak bisa dibuka ya?)

Saya sependapat dengan anda! Kemerdekaan itu adanya dalam diri kita, hati dan jiwa kita! Namun, dalam realitas kehidupan di dunia, pengelompokkan dan pengotakkan selalu terjadi, baik atas nama bangsa, negara, agama, maupun keluarga.

Alangkah bijaknya (hati dan jiwa) kita tetap merdeka dalam kondisi dan situasi dimana kita &quot;terlihat&quot; terjajah oleh dokrin, negara, suku lain, partai politik, dan pemerintahan. Dalam hal paling kecil, misalnya di keluarga, barangkali pernah kita merasa &quot;dijajah&quot; oleh pasangan kita... Jadi, sangat abstrak apa makna &quot;jajah&quot; bagi kita... :) 
&lt;/em&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik&#8230;</p>
<p>Saya suka dengan penolakan pada pengkultusan sosok seperti yang dinyatakan dalam wawancara tersebut. Couldn&#8217;t agree more <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi&#8230; tentang Aceh Merdeka&#8230; apa iya kemerdekaan seutuhnya dalam bentuk sebuah negara akan menjamin sepenuhnya kemerdekaan hakiki bagi rakyat Aceh? </p>
<p>Bagi saya pribadi, kemerdekaan itu ada dalam kebebasan tiap jiwa, tiap individu. Menyerahkan nasib pada sekelompok individu utk mengelola kebebasan itu dalam bentuk sistem pemerintahan, tetap saja bukan kemerdekaan. Tak jauh beda dengan Indonesia juga, atau negara manapun di dunia ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mungkin karena saya cenderung anarchy maka saya pesimis dengan adanya sistem yang demikian <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong><em>Syukriy:</em></strong><br />
<em>Salam kenal. Terima kasih atas kunjungan anda ke blog ini, bung Alex. (Tapi, situs anda tidak bisa dibuka ya?)</p>
<p>Saya sependapat dengan anda! Kemerdekaan itu adanya dalam diri kita, hati dan jiwa kita! Namun, dalam realitas kehidupan di dunia, pengelompokkan dan pengotakkan selalu terjadi, baik atas nama bangsa, negara, agama, maupun keluarga.</p>
<p>Alangkah bijaknya (hati dan jiwa) kita tetap merdeka dalam kondisi dan situasi dimana kita &#8220;terlihat&#8221; terjajah oleh dokrin, negara, suku lain, partai politik, dan pemerintahan. Dalam hal paling kecil, misalnya di keluarga, barangkali pernah kita merasa &#8220;dijajah&#8221; oleh pasangan kita&#8230; Jadi, sangat abstrak apa makna &#8220;jajah&#8221; bagi kita&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
